NZDUSD melemah ke sekitar 0.6008, menandai konsolidasi setelah rally Januari yang kuat ke area sekitar 0.6045. Level 0,60 berperan sebagai support kunci dalam kerangka jangka pendek, dan pergerakan melewati atau di bawah level ini bisa mengubah arah tren. Selain itu, dinamika moving average menunjukkan EMA 50 berada dalam upaya menembus di atas EMA 200 mendekati 0,5850, sebuah potensi sinyal perubahan tren jika terkonfirmasi. RSI juga berada di wilayah menengah hingga tinggi, memberikan ruang bagi potensi kenaikan tanpa kondisi overbought berlebih.
Secara teknikal, level resistance utama berada di puncak terakhir sekitar 0,6045. Penembusan berkelanjutan di atas level tersebut berpotensi memperpanjang koreksi bullish menuju sekitar 0,61. Namun, jika harga turun lagi, target penurunan terdekat bisa menuju EMA 200 hari di sekitar 0,5850, yang berfungsi sebagai patokan peluang pembalikan.
Jangka pendek arah NZDUSD sangat bergantung pada data ketenagakerjaan Kuartal IV Selandia Baru yang dijadwalkan dirilis pada hari Selasa. Data yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran dan pertumbuhan pekerjaan yang positif akan memperkuat kasus bullish untuk Kiwi, sementara data yang lemah bisa memicu kembali aksi ambil untung dan penurunan lebih lanjut.
Data ketenagakerjaan Kuartal IV dinantikan dengan ekspektasi penurunan pengangguran dari 5,3% menjadi 5,2%, menandai penurunan pertama dalam empat tahun dan menunjukkan stabilitas pasar kerja. Inflasi Selandia Baru juga menjadi perhatian utama; IHK Kuartal IV sebesar 3,1% YoY melampaui batas target bank sentral, sehingga meningkatkan sinyal potensi pengetatan kebijakan di masa mendatang. Kondisi ini memberi dukungan bagi Kiwi untuk menguat jika data menunjukkan momentum positif.
Gubernur RBNZ Anna Breman tidak secara tegas menutup peluang kenaikan suku bunga tahun ini, menandai perubahan nada dari sikap sebelumnya yang lebih bersikap dovish. Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga sekitar 80% pada September, dengan probabilitas sekitar 50% untuk Juli. OCR saat ini berada di 2,25% setelah enam pemangkasan sejak Agustus 2024, dan pertemuan 18 Februari diharapkan mempertahankan tingkat tersebut dalam jangka pendek, meskipun prospek kenaikan tetap terbuka.
Di sisi lain, data positif lain seperti peningkatan kepercayaan konsumen dan surplus perdagangan NZ menambah gambaran pemulihan ekonomi yang dapat mendukung kebijakan pengetatan di masa depan. Kondisi ini memperkuat argumen bagi Kiwi, meski tetap ada risiko eksternal seperti dinamika dolar AS yang mempengaruhi volatilitas pasar mata uang secara global. Cetro Trading Insight terus memantau perkembangan kebijakan dan komentar pejabat bank sentral untuk pembaruan posisi.
Bagi trader, skenario bullish dapat tervalidasi jika harga menembus 0,6045 dan melanjutkan ke zona 0,61 atau lebih tinggi, mencerminkan ekspektasi kenaikan suku bunga RBNZ serta dukungan data inflasi. Namun risiko utama berasal dari dinamika dolar AS dan potensi penutupan pemerintah yang dapat memperkuat safe-haven dolar jika kondisi politik fiskal memburuk. Dengan demikian, peluang kenaikan NZDUSD tetap bergantung pada bagaimana data ekonomi dan komentar kebijakan membentuk persepsi pasar.
Rasio risiko-imbalan yang disarankan adalah minimal 1:1,5, dengan stop di sekitar 0,5950 dan take profit sekitar 0,6100. Manajemen risiko yang disiplin sangat diperlukan mengingat volatilitas pasar yang dipengaruhi rilis data ekonomi dan pernyataan kebijakan. Pemetaan level seperti 0,60 dan 0,6045 bisa dijadikan panduan entry serta exit untuk mengoptimalkan peluang tanpa paparan risiko berlebih.
Kesimpulannya, dinamika NZDUSD dipengaruhi pertemuan antara data makro Selandia Baru dan sikap kebijakan ekonomi global. Bagi para trader ritel, pendekatan bertahap dengan fokus pada level kunci bisa membantu memanfaatkan peluang sembari menjaga risiko tetap terkendali. Cetro Trading Insight akan terus meninjau data rilis dan komentar kebijakan untuk pembaruan strategi yang relevan.