
Paradise Indonesia, melalui INPP, melanjutkan strategi ekspansi terukur yang dirancang untuk memperkuat pendapatan berulang dan menjaga pertumbuhan jangka panjang. Pendekatan ini menempatkan fokus pada aset dengan karakter recurring income yang mampu menghadirkan arus kas stabil meski dinamika pasar properti berubah.
Pengembangan portofolio diarahkan ke wilayah strategis dengan potensi permintaan berkelanjutan. Dalam rencana 2026, perusahaan menargetkan proporsi pendapatan berulang tetap sekitar 70 persen, didorong oleh aset kunci dan kelanjutan ekspansi yang terkendali.
Anthony P Susilo, President Director & CEO Paradise Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan tidak sekadar membangun fisik, melainkan menghadirkan aset berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang melalui pendapatan berulang. Dengan strategi ini, ia meyakini Paradise Indonesia akan tumbuh secara sehat sambil menjaga momentum kinerja yang tangguh di masa mendatang.
Kinerja Kuartal I-2026 menunjukkan momentum positif dengan pendapatan sebesar Rp326,90 miliar, naik 14 persen secara YoY. Kontribusi berasal dari seluruh segmen yaitu perhotelan, komersial, dan penjualan properti, yang menunjukkan diversifikasi yang sehat dalam portofolio INPP.
Segmen komersial menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp157,14 miliar, naik 19 persen YoY. Diikuti perhotelan sebesar Rp135,50 miliar (+4%), sementara penjualan properti mencatat pertumbuhan signifikan 38 persen YoY menjadi Rp34,26 miliar berkat pengakuan pendapatan dari serah terima unit Antasari Place.
Secara profitabilitas, INPP membukukan laba bersih Rp44,07 miliar, berbalik dari rugi Rp132,87 miliar pada Kuartal I-2025. EBITDA meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar, sejalan dengan peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. Kinerja ini mencerminkan pertumbuhan organik yang didorong oleh kinerja segmen usaha, terutama segmen komersial.
Analisis risiko menunjukkan bahwa meskipun kinerja membaik, sektor properti tetap sensitif terhadap perubahan suku bunga, likuiditas, dan permintaan sewa. Ketidakpastian ekonomi makro dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga tingkat okupansi dan aliran pendapatan berulang.
Keberadaan pendapatan berulang menjadi pelindung volatilitas arus kas, karena bagian komersial dan perhotelan berkontribusi pada stabilitas meskipun dinamika pasar ritel atau kapasitas hotel berfluktuasi. Target 70 persen pendapatan berulang memperlihatkan fokus jangka panjang pada kualitas aset dan keberlanjutan arus kas.
Untuk investor, penting memantau kemajuan ekspansi, pipeline proyek, serta timing serah terima. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight akan terus memantau laporan keuangan berikutnya untuk menilai kesinambungan performa INPP dan menjaga transparansi bagi pembaca kami.