
USD/CAD tertekan karena pelemahan dolar AS berlanjut di awal sesi Eropa. Para pelaku pasar melihat tekanan penurunan USD yang berlanjut meskipun pergerakannya masih dibatasi oleh level teknikal. Menurut Cetro Trading Insight, pasangan ini berada dalam koridor sideways dengan momentum yang terjepit.
Harga minyak mentah yang tetap tinggi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan moneter. Investor menilai Federal Reserve bisa tetap hawkish meskipun dinamika dolar lemah. Kondisi ini cenderung menahan pemulihan USD versus CAD namun juga menjaga volatilitas di pasar FX yang terkait komoditas.
Pergerakan USD/CAD tampak melebar di kisaran 1.3575–1.3570, level terendah sejak 11 Maret. Trader tetap memantau dukungan teknikal dan potensi pergerakan di sesi berikutnya. Kurs ini menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap dolar masih relevan meskipun ada pembatasan kenaikan.
Kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran membatasi kerugian bagi dolar AS sebagai aset aman menjelang rilis PMI ISM AS. Para pelaku pasar menilai ketidakpastian geopolitik memberikan dukungan bagi volatilitas, meskipun gejolak tidak memuncak. Kondisi ini menjaga USD berada pada posisi defensif namun tidak sepenuhnya melemah.
Langkah blokade laut dan potensi serangan militer meningkatkan risiko pasokan minyak, sehingga harga minyak tetap lebih tinggi. Kekhawatiran terkait gangguan rute perdagangan utama menambah premi risiko bagi trader komoditas. Pasar menilai bahwa eskalasi belum menuntaskan perang diplomatik, sehingga volatilitas tetap tinggi.
Situasi geopolitik yang tidak menentu mendukung inflasi lebih tinggi dan memperkuat argumen bahwa Fed bisa mempertahankan kebijakan suku bunga lebih lama. Harga minyak yang lebih tinggi turut menjaga tekanan harga di sepanjang tahun. Konteks ini membuat dolar mencoba menjaga posisi meskipun tren utama cenderung melemah.
Para trader menantikan rilis US ISM Manufacturing PMI untuk memberikan arah pada pergerakan pasangan mata uang di sesi Amerika. Data tersebut dinilai bisa menjadi pemicu volatilitas jangka pendek dan menentukan arah berikutnya. Analis menilai hasil PMI bisa mempengaruhi ekspektasi kebijakan Fed serta dinamika minyak dan dolar.
Ketidakpastian di Timur Tengah bisa menjaga volatilitas dan menawarkan peluang trading jangka pendek pada USD/CAD. Trader bisa memanfaatkan teknikal pada level support-resistance untuk mengambil posisi short jika sinyal konfirmasi muncul. Namun, para pelaku pasar disarankan untuk menjaga risk management karena potensi kejutan geopolitik dapat mengubah arah pergerakan.
Secara keseluruhan, tren USD/CAD berpotensi melanjutkan pelemahan sepanjang minggu ini jika minyak tetap di level tinggi. Meskipun volatil, skenario teknikal mendukung pembatasan risiko dengan target keuntungan relatif tinggi terhadap risiko kerugian. Konsistensi antara analisa fundamental dan pendekatan teknikal diperlukan untuk menjaga peluang profit.