Data inflasi PCE Desember dirilis oleh US Department of Commerce dan menunjukkan headline PCE naik 2.9% secara YoY. Core PCE, yaitu ukuran tanpa makanan dan energi, berada di 3.0% YoY. Angka ini mengindikasikan bahwa tekanan harga inti masih cukup bertahan meski tidak spektakuler.
Pada basis bulanan, keduanya mencatat kenaikan sebesar 0.4%. Pergerakan ini melampaui estimasi awal yang disampaikan para analis, menambah sinyal bahwa momentum inflasi tetap kuat. Penguatan bulanan tersebut menambah gradasi bagi prospek kebijakan moneter ke depan.
Analisis initial menunjukkan bahwa data ini bisa memelihara ekspektasi bahwa Federal Reserve tetap berhati-hati dalam menormalisasi kebijakan. Bagi pelaku pasar, tekanan inflasi yang tidak mereda meningkatkan volatilitas di pasar obligasi dan mata uang. Cetro Trading Insight menilai bahwa inflasi inti yang masih tinggi menandai perlunya fokus pada petunjuk kebijakan dari pertemuan mendatang.
Dolar AS indeks (DXY) tetap berada dalam jalur positif pasca rilis data, diperdagangkan mendekati level 98.00 dan mendekati puncak empat minggu. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap data inflasi yang lebih kuat dari ekspektasi. Penjagaan terhadap dolar menunjukkan adanya dukungan teknikal dan fundamental yang sejalan.
Rilis ini meningkatkan spekulasi bahwa kebijakan The Fed akan tetap restriktif untuk sebagian waktu, meskipun data lain bisa menantang jalur tersebut. Imbal hasil obligasi terkait dapat menguat, mendukung pergerakan dolar terhadap aset risiko. Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor menimbang antara pengetatan lebih lanjut dan prospek pertumbuhan.
Investors perlu hati-hati terhadap pergerakan jangka pendek vs jangka panjang serta volatilitas yang bisa meningkat. Analisa teknikal dan fundamental keduanya relevan untuk memetakan arah berikutnya pada pasangan mata uang utama dan indeks dolar. Untuk strategi perdagangan, fokus pada risk management dan konfirmasi data selanjutnya sangat dianjurkan.
Ringkasan data menunjukkan inflasi PCE Desember tetap berada pada jalur yang menanjak, dengan headline 2.9% YoY dan core 3.0% YoY. Pergerakan bulanan 0.4% untuk kedua ukuran inflasi menegaskan momentum harga yang masih ada. Dampaknya terlihat pada kekuatan dolar dan dinamika pasar obligasi serta likuiditas global.
Outlook ke depan menekankan kebutuhan untuk memantau komunikasi kebijakan dari Federal Reserve dan data inflasi berikutnya. Investor akan menilai apakah tekanan harga akan mereda seiring waktu atau tetap bertahan meski langkah pengetatan telah dilakukan. Skenario utama tetap mencerminkan volatilitas yang lebih tinggi dan peluang trading yang perlu dikelola dengan risk-reward yang tepat.
Strategi trading yang disarankan mencerminkan preferensi terhadap indeks dolar dengan level-entry yang hati-hati. Berdasarkan analisa ini, rekomendasi posisi long pada DXY dengan target profit masuk akal jika risk management terpenuhi. Syarat Risk:Reward minimal 1:1.5 terpenuhi jika open sekitar 98.0, sl 96.0, tp 101.0.