PDB Indonesia Q4-2025 Tumbuh 5,39% YoY; Pertumbuhan Tahunan Menopang Stabilitas, Pasar Terpantau USDIDR

PDB Indonesia Q4-2025 Tumbuh 5,39% YoY; Pertumbuhan Tahunan Menopang Stabilitas, Pasar Terpantau USDIDR

trading sekarang

Menurut laporan terbaru, Produk Domestik Bruto PDB Indonesia pada kuartal keempat 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan. Angka ini menandakan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 5,04 persen serta dibandingkan ekspektasi pasar yang diperkirakan mencapai sekitar 5,2 persen. Analisis ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari liputan makroekonomi kami, dengan menekankan bahwa pertumbuhan y/y ini masih menguat meski moderat.

Di sepanjang tahun penuh 2025, pertumbuhan PDB mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dari revisi sebelumnya 5,03 persen dan dari proyeksi 5,0 persen. Pencapaian ini menunjukkan adanya penguatan konsumsi rumah tangga dan investasi yang berkontribusi pada kinerja ekonomi nasional meskipun tantangan global tetap ada. Tim analisis kami melihat bahwa faktor domestik tetap menjadi pendorong utama meski dinamika eksternal menambah volatilitas di pasar.

Secara basis kuartal-ke-kuartal, PDB Indonesia pada periode yang sama tumbuh 0,86 persen dibandingkan 1,42 persen pada periode sebelumnya, dan angka ini berada di bawah prakiraan sebesar 1,9 persen. Penurunan kuartalan ini mengindikasikan adanya perlambatan transisi dari pemulihan ke fase pertumbuhan yang lebih stabil. Pihak otoritatif memberikan indikasi bahwa data ini perlu diinterpretasikan dalam konteks adanya faktor musiman dan base effect yang berbeda antar kuartal.

Reaksi pasar terhadap data PDB menunjukkan pasangan USDIDR berada di kisaran 16.820 setelah rilis, dengan pergerakan pasca rilis yang relatif terbatas. Pada basis harian, pasangan ini cenderung menguat sekitar 0,15 persen, menunjukkan kurangnya kejutan signifikan terhadap data tersebut. Pergerakan ringan ini mencerminkan sikap pasar yang berhati-hati dan menunggu petunjuk kebijakan lebih lanjut.

Secara analisa teknis, tidak ada sinyal kuat untuk arah mata uang karena data mengandung campuran sinyal: kinerja tahunan yang kuat bersaing dengan perlambatan kuartalan dan prognosis yang beragam terhadap inflasi serta kebijakan moneter. Dalam konteks ini, volatilitas bisa meningkat pada rilis data selanjutnya atau komentar kebijakan bank sentral. Kendati demikian, pergerakan stabil pasca data menambah ruang bagi koreksi yang lebih terkendali.

Untuk pembaca dan investor, kami di Cetro Trading Insight menekankan bahwa data ini lebih bersifat gambaran makro ketimbang sinyal trading tunggal. Sinyal trading dalam konteks ini dinilai nol karena tidak ada instrumen yang secara tegas memberi peluang jangka pendek yang konsisten. Rencana trading yang disarankan tetap perlu disesuaikan dengan risiko dan tujuan investasi masing-masing, dengan memperhatikan harga entry dan manajemen risiko.

broker terbaik indonesia