Perak Rekor, Pasokan Global Ketat, dan Kontrak Berjangka Baru CME Ubah Lanskap Pasar

Perak Rekor, Pasokan Global Ketat, dan Kontrak Berjangka Baru CME Ubah Lanskap Pasar

trading sekarang

Dinamika Harga dan Momentum Pasar Perak

Harga perak melonjak dan mencapai rekor sekitar $93,75 per troy ons pada pagi hari Kamis, menandai momentum kuat bagi logam putih itu. Lonjakan ini menunjukkan bagaimana permintaan fisik dan optimisme investor terhadap logam berharga tetap kuat meskipun volatilitas pasar tetap tinggi. Pada momen seperti ini, banyak pelaku pasar memantau data suplai dan permintaan fisik untuk menilai apakah tren ini dapat bertahan.

Rasio Emas/Perak sempat turun di bawah 50 untuk pertama kalinya sejak Maret 2012, mencerminkan perubahan dinamika antara dua logam berharga. Penurunan rasio ini mengindikasikan perak mulai menarik minat lebih besar dibanding emas dalam konteks risiko dan peluang teknikal yang sedang berkembang.

Sebagai perbandingan, kinerja perak sejak awal tahun ini sekitar 30% lebih tinggi daripada emas yang hanya naik sekitar 7%. Analisis dari Carsten Fritsch, analis komoditas Commerzbank, menyoroti bahwa salah satu pendorong utama reli perak adalah permintaan fisik yang solid dan respons terhadap dinamika pasokan global yang sedang ketat.

Faktor Tarik Investasi, Tarif, dan Pasokan Global

Pembicaraan mengenai kemungkinan perjanjian bilateral yang menjamin pasokan mineral kritis telah meredakan kekhawatiran tarif dan mengubah sentimen pasar logam. Akibatnya, perak mengalami koreksi sekitar 7% dari titik tertinggi yang dicatat sebelumnya.

Dengan risiko tarif yang lebih rendah, aliran perak dari stok COMEX ke pasar internasional diperkirakan meningkat, terutama menuju Tiongkok di mana kebutuhan logam ini sedang tinggi. Sejumlah besar aliran keluar stok COMEX—sekitar 97,5 juta ons sejak Oktober—menunjukkan dinamika pasokan yang bergerak menuju pasar utama lainnya seperti London dan Asia.

Penurunan persediaan COMEX sering dipandang sebagai indikator pasokan yang ketat. Meski ada risiko kebijakan tarif, dinamika stok yang turun dan lonjakan permintaan di pasar China dan Eropa memberi dukungan pada harga perak dalam beberapa bulan terakhir.

Kontrak Berjangka Baru dan Implikasi Pasar

Pemunculan kontrak berjangka perak baru milik CME untuk 9 Februari dapat memberikan dorongan tambahan pada likuiditas dan minat pembelian bagi investor ritel. Kontrak baru ini akan memiliki ukuran lot 100 ons, lebih kecil dari kontrak saat ini di COMEX yang sebesar 5.000 ons.

Ukuran lot yang lebih kecil diperkirakan menarik minat investor ritel yang sebelumnya kurang terlayani oleh ukuran kontrak konvensional. Hal ini berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan membantu harga menemukan tingkat yang lebih responsif terhadap perubahan permintaan fisik.

Secara keseluruhan, kombinasi dinamika pasokan, sinyal permintaan fisik, dan evolusi pasar berjangka menandai potensi dukungan berkelanjutan bagi perak, meski risiko geopolitik dan kebijakan tarif dapat mengubah arah dalam jangka pendek.

broker terbaik indonesia