PMI Indonesia Desember 2025 Turun Menjadi 51,2 Meski Tetap Ekspansi: Optimisme Produsen Membaik dan Implikasi Pasar

Indeks PMI Indonesia untuk Desember 2025 turun ke 51,2, dari 53,3 bulan sebelumnya. Angka ini juga berada di bawah estimasi konsensus sebesar 53,6. Meski demikian, PMI tetap berada di wilayah ekspansi karena berada di atas angka 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Menurut Usamah Bhatti dari S&P Global Market Intelligence, sektor manufaktur menutup tahun dengan peningkatan berkelanjutan dalam kondisi operasional. Ia mencatat bahwa perusahaan mencatat pertumbuhan berkelanjutan dalam pesanan baru, lapangan kerja, dan pembelian. Namun produksi naik cukup terbatas karena beberapa pelaku usaha menghadapi kelangkaan bahan baku.

Prospek untuk 2026 terlihat lebih cerah karena tingkat optimisme produsen mencapai posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Para pelaku industri tetap optimis tentang kapasitas produksi dan penyelesaian pesanan di kuartal berikutnya. Dengan ekspektasi positif tersebut, perusahaan-perusahaan berupaya menjaga persediaan pra-produksi dan pasca-produksi agar kuat dalam produksi.

Faktor-faktor yang membentuk Pesanan, Tenaga Kerja, dan Persediaan

Para pelaku industri mencatat ekspansi moderat dalam pesanan baru, lapangan kerja, dan pembelian. Angka-angka ini menunjukkan bahwa permintaan tetap konstruktif meskipun dinamika produksi tidak terlalu kuat. Kondisi operasional yang membaik menandai kelanjutan fase ekspansi meski ada tekanan pada input.

Produksi meningkat tipis karena beberapa perusahaan menghadapi kelangkaan bahan baku. Meskipun kapasitas produksi bertambah, peningkatannya tidak bisa mengimbangi laju pesanan tertentu. Kondisi ini menandakan bahwa bottleneck pasokan tetap menjadi hambatan bagi peningkatan output.

Prospek untuk tahun depan juga membaik, dengan produsen menunjukkan optimisme terkuat dalam tiga bulan terakhir. Optimisme ini diyakini mendorong perusahaan untuk menambah kapasitas dan memperluas aktivitas produksi. Implikasi positif ini juga mencerminkan tekanan persediaan yang sedang dikelola untuk menjaga kelancaran penyelesaian pesanan.

Implikasi Pasar dan Prospek 2026

Reaksi pasar terhadap data PMI tetap terbatas karena IHSG dan Rupiah belum beroperasi pada saat rilis. Pasar masih ditutup dan akan dibuka beberapa waktu ke depan, sehingga tidak ada pergerakan harga signifikan setelah rilis. Analis pun menilai bahwa data ini mungkin menunda respons jangka pendek pasar.

Para analis menilai bahwa PMI yang tetap berada di zona ekspansi bisa menjaga sentimen positif pada jangka menengah. Namun, kelangkaan bahan baku dan dinamika global dapat membatasi laju pemulihan bagi sektor manufaktur. Investor perlu mengamati bagaimana produsen menyesuaikan rantai pasokan di bulan-bulan mendatang.

Dengan optimisme yang tersisa dan stabilitas operasional, fokus pasar beralih pada bagaimana pelaku industri meningkatkan persediaan pra- dan pasca-produksi untuk meningkatkan efisiensi. Langkah ini diharapkan meningkatkan kemampuan penyelesaian pesanan tepat waktu. Pelaksanaan rencana tersebut akan menguji kelangsungan ekspansi PMI di awal 2026.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image