Pyridam Farma Tbk (PYFA) Siap Rights Issue II untuk Akuisisi Pabrik Mayne Pharma di Australia

Pyridam Farma Tbk (PYFA) Siap Rights Issue II untuk Akuisisi Pabrik Mayne Pharma di Australia

trading sekarang

Langkah strategis yang gemilang ini dipandang sebagai pendorong transformasi bagi Pyridam Farma Tbk dalam mengokohkan jejak global. Rights issue tahap II diproyeksikan sebagai kendaraan utama untuk membiayai ekspansi dan akuisisi pabrik Mayne Pharma di Salisbury, Australia Selatan. Menurut prospektus yang dirilis, langkah ini menandai lompatan besar perusahaan dalam menghadapi persaingan global, menurut laporan Cetro Trading Insight.

Rencana aksi korporasi ini mencakup penerbitan 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Bersamaan dengan rights issue, perusahaan akan menerbitkan waran yang dapat disertai saham hasil pelaksanaan. Waran maksimal diperkirakan mencapai 35 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan PMHMETD II akan ditentukan kemudian, termasuk jumlah final saham yang akan diterbitkan dan harga finalnya. Dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk mendukung rencana akuisisi serta memperkuat struktur permodalan perseroan. Dana tersebut juga akan dipakai untuk mendukung pengembangan usaha, modal kerja, belanja modal, dan kebutuhan pendanaan lain terkait operasional dan ekspansi bisnis.

Manajemen menegaskan penambahan modal melalui PMHMETD II akan memperkuat struktur permodalan dan kapasitas operasional perseroan. Langkah ini diklaim akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan investasi strategis dan memperluas portofolio produk di pasar regional.

Dana yang diperoleh setelah biaya emisi akan dialokasikan untuk mendukung rencana akuisisi, memperkuat struktur modal, serta mempercepat pengembangan usaha. Alokasi juga mencakup kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan pendanaan operasional lain yang terkait dengan ekspansi bisnis.

Rencana PMHMETD II akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 April 2026. Investor melihat langkah ini sebagai sinyal positif terhadap kemampuan Pyridam Farma menyeberangi tantangan dan mengakuisisi pabrik Mayne Pharma bila persetujuan diperoleh. Secara garis besar, langkah ini berpotensi meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing regional.

Di balik langkah korporasi ini, sejumlah investor swasta Australia disebut tengah menilai peluang serupa. Firma private equity seperti Genesis Capital dan Anchorage Capital Partners dikabarkan meninjau peluang yang relevan, menambah dinamika bagi proses akuisisi Mayne Pharma.

Nilai lahan di pabrik Mayne menjadi daya tarik utama, bahkan diperkirakan menyumbang sebagian besar valuasi aset yang diusulkan untuk ditransaksikan. Analisis pasar menggarisbawahi bahwa biaya operasional di Australia dan biaya logistik menjadi faktor yang akan mempengaruhi kelayakan finansial.

Pyridam Farma sebelumnya telah memperluas kehadirannya di Australia melalui akuisisi Probiotic, perusahaan manufaktur dan distributor produk resep serta obat bebas di Victoria, senilai USD251 juta. RUPSLB 22 April 2026 berpotensi menjadi momen penting untuk menyatakan komitmen pemegang saham terhadap rencana akuisisi Mayne Pharma, sambil menilai peluang sinergi terhadap bisnis inti Pyridam.

broker terbaik indonesia