
Indeks Dolar Amerika (DXY) turun ke level rendah dua minggu mendekati 98,00 pada hari Jumat, melanjutkan penurunan dari hari sebelumnya. Pergerakan ini menandakan perubahan sentimen pasar di tengah risiko geopolitik dan dinamika inflasi yang tetap menekan kebijakan moneter. Para pelaku pasar juga memperhatikan bahwa beberapa bank sentral telah menegaskan sikap hawkish dalam respons terhadap tekanan inflasi global.
Minggu ke depan, fokus perdagangan meningkat pada potensi negosiasi antara AS dan Iran serta deretan data pekerjaan AS yang akan mencakup Nonfarm Payrolls. Kalender ekonomi relatif ringan pada Jumat karena libur Labor Day di banyak pasar global. Kondisi ini menciptakan peluang bagi pergerakan teknikal tanpa katalis ekonomi besar.
EURUSD rebound mendekati level 1,1780 setelah ECB mempertahankan suku bunga pada pertemuan kemarin. Pasangan ini melanjutkan reli untuk hari kedua berturut-turut, didorong persepsi bahwa kebijakan ECB tetap akomodatif meskipun tekanan inflasi tetap tinggi. Pergerakan ini sebagian didorong oleh dinamika USD yang melemah akibat perubahan risiko pasar.
Sisi kebijakan juga menyorot langkah global ketika Presiden Trump mengumumkan rencana tarif baru sebesar 25 persen atas mobil dan truk impor dari Uni Eropa, meningkatkan kekhawatiran seputar perang dagang. Langkah ini membantu beberapa mata uang berisiko menguat sementara USD berisiko mengalami tekanan lebih lanjut.
Di sisi diplomatik, Iran mengajukan proposal negosiasi baru melalui Pakistan, meskipun isi detailnya belum jelas. Menteri Luar Negeri Iran juga mengadakan pembicaraan telepon dengan beberapa mitra regional untuk menekan jalur diplomasi dan merumuskan upaya untuk mengakhiri konflik, sebuah perkembangan yang bisa mempengaruhi ekspektasi stabilitas regional.
Selain itu GBPUSD mencoba menembus area sekitar 1,3630 seiring investor menilai pergeseran fokus dari dolar AS ke risiko fiskal dan kebijakan moneter negara lain. Penawaran risiko yang lebih kuat mendukung mata uang mitra dan menguji dinamika pasangan utama di kancah kurs global.
Pandangan pasar saat ini menuntut konfirmasi tren melalui analisis harga dan nuansa berita fundamental. Trader perlu menimbang momentum jangka pendek dan konfirmasi pola sebagai fondasi keputusan masuk posisi. Menggabungkan sinyal teknikal dengan kerangka berita membantu mengurangi kejutan pasar.
Rencana perdagangan untuk EURUSD dapat berfokus pada pergerakan mendekati level 1,1780 dengan target profit di sekitar 1,1855 dan stop loss di sekitar 1,1730, sehingga rasio risiko terhadap imbalan mencapai 1:1,5 atau lebih. Pengaturan ini menempatkan posisi pada jalur keuntungan meskipun volatilitas tetap tinggi.
Terakhir, manajemen risiko tetap menjadi kunci dengan ukuran posisi proporsional, pemantauan rilis data ekonomi penting, serta evaluasi komentar bank sentral. Trader disarankan untuk menyesuaikan rencana seiring perubahan dinamika pasar dan menghindari overtrade saat volatilitas meningkat.