EUR/USD berhasil menahan tekanan dan kembali menguat sebagian setelah data CPI AS yang lemah. Pelemahan inflasi menambah ruang bagi pasar untuk memperkirakan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini. Sinyal dari pasar juga menunjukkan penurunan imbal hasil obligasi AS yang mendukung pelonggaran kebijakan dan menguatkan euro.
Data CPI Januari menunjukkan headline CPI naik 0,2% bulan-ke-bulan, lebih rendah dari ekspektasi dan menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi inti turun menjadi 2,5%, meskipun kenaikan bulanan 0,3% masih sesuai konsensus. Respons pasar berupa pelemahan indeks dolar dan pergeseran harga obligasi mengindikasikan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed semakin nyata.
Indeks dolar (DXY) terkoreksi mendekati 96,9, meskipun sempat menyentuh level tertinggi intraday di atas 97,1. Pasar juga melihat peluang pemotongan suku bunga Fed sekitar 60 bps pada 2026 dalam perhitungan futures. Sementara itu, kebijakan ECB yang cenderung stabil memberi euro ruang kenaikan yang lebih terbatas namun tetap terangkat oleh perbedaan kebijakan tersebut.
Perkembangan ini menekankan perbedaan sikap antara kebijakan moneter AS dan zona euro. Bank Sentral Eropa diharapkan menahan suku bunga melalui 2026, sehingga EURUSD memiliki kemiringan ke arah atas jika data inflasi tetap lemah. Analisis pasar menunjukkan peluang bagi euro untuk mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa sesi ke depan.
Beberapa pejabat ECB mengingatkan bahwa kekuatan euro bisa mempengaruhi inflasi dan prospek kebijakan jika apresiasi berlangsung terlalu cepat. Kunci dinamika ini adalah bagaimana inflasi di Eropa merespons kenaikan kurs euro dan sinyal dari pernyataan kebijakan berikutnya. Ketika risiko euro menguat terlalu cepat meningkat, para pembuat kebijakan bisa menilai langkah penyesuaian kebijakan untuk menjaga keseimbangan.
Dengan pola ini, EURUSD berpotensi melanjutkan pergerakan positif jika Fed menghadirkan pemotongan lebih cepat dari ekspektasi. Investor disarankan memantau kejutan data inflasi AS dan pernyataan pejabat Fed serta ECB untuk mengukur arah selanjutnya.
Bagi trader, rangkaian data ini membuka peluang untuk posisi long pada pasangan EURUSD jika harga bertahan di atas level saat ini. Analisis fundamental menunjukkan dukungan jangka menengah akibat perbedaan kebijakan, meskipun volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data utama. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko dan disiplin trading.
Rekomendasi praktis adalah membuka posisi buy dengan open sekitar 1,1870, stop loss di 1,1830, dan target profit di 1,2000. Rasio risiko/imbalan sekitar 1:3,25 mendukung preferensi bullish jika kondisi pasar tetap positif terhadap EURUSD. Selalu perbarui rilis data dan faktor teknikal untuk menjaga kepatuhan terhadap rencana trading.
Namun, perhatikan risiko kebijakan moneter dan dinamika pasar global. Perubahan data inflasi, pernyataan bank sentral, atau kejutan geopolitik dapat membalik arah pergerakan. Gunakan ukuran posisi yang tepat, dan pertimbangkan diversifikasi untuk mengelola risiko secara efektif.