Menurut Commerzbank melalui analisa Thu Lan Nguyen, kapasitas penyimpanan gas di Jerman saat ini sekitar 25% dari kapasitas penuh. Angka ini jauh di bawah norma historis, meskipun para analis menilai risiko kekurangan total musim dingin masih rendah karena fleksibilitas impor LNG. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini menekankan pentingnya manajemen stok dan fleksibilitas pasokan sebagai komponen utama keamanan energi Eropa.
Faktor utama yang membentuk prospek jangka pendek adalah insentif penyimpanan yang rendah. Banyak pihak memperingatkan bahwa stok gas mungkin tidak mencapai target 90% sebelum musim pemanasan berikutnya, meningkatkan potensi kekurangan musiman dan volatilitas harga. Kebijakan penyimpanan yang adaptif dan jalur impor LNG menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan.
Kendati LNG fleksibel membantu meredam gangguan pasokan, risiko jangka panjang tetap tumbuh. Pada awal Februari, level penyimpanan gas di Jerman lebih rendah dari level historis, dan hanya cuaca dingin yang berkepanjangan yang bisa menambah tekanan besar pada pasokan. Jika stok menurun lebih jauh, pemasok bisa beralih ke harga pasar spot yang lebih tinggi atau diperlukan pembatasan konsumsi demi melindungi rumah tangga.
Fleksibilitas LNG menjadi peredam utama ketika kapasitas penyimpanan rendah. Meski eksekusi impor LNG bisa mengimbangi kekurangan di gudang, konsistensi pasokan sangat bergantung pada tersedianya kapal LNG dan tangki penyimpanan yang cukup. Para analis menilai bahwa Jerman dan Eropa secara umum mengandalkan LNG untuk menahan gejolak harga di tengah keterbatasan fasilitas penyimpanan.
Namun, pandangan jangka panjang tetap skeptis terhadap kemampuan penyimpanan mencapai target. Proyeksi menunjukkan tingkat penyimpanan kemungkinan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga risiko kekurangan di musim dingin berikutnya tetap ada dan volatilitas harga berpotensi meningkat. Strategi impor LNG dan manajemen permintaan menjadi fokus kebijakan energi.
Jika level penyimpanan jatuh ke tingkat kritis, pemasok Eropa bisa terpaksa membeli gas di pasar spot dengan biaya signifikan, dan pembatasan konsumsi bisa diterapkan untuk melindungi rumah tangga. Dampak pada industri bisa lebih besar daripada pada rumah tangga jika supply terbatas berlanjut dalam jangka pendek.
Penurunan kapasitas penyimpanan gas di masa mendatang diproyeksikan membuat volatilitas harga lebih sering terjadi selama musim dingin. Meskipun LNG fleksibel membantu, tantangan struktural pada penyimpanan jangka panjang tetap relevan bagi keamanan energi Eropa. Analisis ini menekankan perlunya peningkatan diversifikasi pasokan dan kesiapan infrastruktur LNG.
Kebijakan yang menjaga kelancaran impor LNG, complement dengan program penyimpanan berkelanjutan, dapat menahan tekanan pasar. Risiko kekurangan juga mendorong sektor industri untuk menilai kebijakan operasional yang hemat energi. Bagi pelaku pasar, pemantauan progres fasilitas LNG dan kapasitas penyimpanan menjadi kunci keputusan investasi energi.
Secara keseluruhan, meski kekurangan jelas tidak terpakai dalam jangka pendek, risiko volatilitas harga tetap ada. Untuk para investor, fokus pada dinamika LNG, kebijakan impor, dan perubahan cuaca ekstrem akan membantu mengidentifikasi peluang dan risiko di pasar gas Eropa. Selain itu, diversifikasi sumber pasokan dan persepsi risiko geopolitik menjadi faktor penentu alokasi modal di sektor energi.