Menurut analisis Danske Bank yang diringkas dalam notulen, Riksbank memutuskan menjaga suku bunga tidak berubah secara bulat. Langkah ini menenangkan pasar meski tantangan inflasi jangka pendek tetap ada. Laporan ini disusun untuk Cetro Trading Insight, media yang memantau dinamika kebijakan moneter global.
Minit rapat juga mengungkap bahwa anggota dewan Jansson sempat mempertimbangkan pemotongan suku bunga dan menunjukkan keterbukaan untuk reservasi pada pertemuan berikutnya di bulan Maret. Sinyal semacam ini menempatkan pasar pada fokus pertemuan berikutnya meskipun keputusan saat ini tetap tidak berubah. Kecenderungan ini mencerminkan keseimbangan antara kehendak untuk perubahan dan kepatuhan pada pola inflasi yang ada.
Di sisi lain, Thedéen menekankan pentingnya memandang dampak inflasi dan kondisi makro melampaui efek jangka pendek untuk memutuskan pemotongan. Ia menegaskan bahwa kebijakan perlu mempertimbangkan jalur inflasi dan kapasitas ekonomi secara keseluruhan. Dengan demikian, prospek pemotongan masih tergantung pada perkembangan data baik dari sisi inflasi maupun aktivitas ekonomi.
CPIF inti turun menjadi 1.7 persen secara tahunan, lebih lemah dari ekspektasi pelaku pasar. Penurunan ini menambah tekanan bagi eksekutif kebijakan untuk menilai arah suku bunga jangka pendek. Secara bersamaan, CPIF secara keseluruhan berada di sekitar angka 2.0 persen, yang menambah dinamika terhadap evaluasi kebijakan moneter.
Fakta inflasi flash juga menunjukkan kejutan yang lebih dovish: CPI 0.4 persen year-on-year, CPIF 2.0 persen, dan CPIF inti 1.7 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan harga sedang melunak di beberapa komponen sehingga mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan. Namun rencana atau tidaknya pemotongan masih bergantung pada bagaimana inflasi bergerak dalam beberapa bulan ke depan.
Kekuatan ekonomi yang lebih robust menjaga hambatan untuk pemotongan tetap tinggi dalam waktu dekat. Meskipun data inflasi menunjukkan kemunduran tekanan, fundament ekonomi yang solid membuat pihak pembuat kebijakan berhati-hati. Dengan demikian, keputusan di masa dekat tetap mengutamakan stabilitas dan kestabilan jalur inflasi dibandingkan perubahan spontan.
Situasi dovish yang muncul dipadukan dengan sikap dewan yang kehati-hatian menciptakan dinamika yang membatasi peluang perubahan kebijakan dalam waktu dekat. Pasar cenderung menilai bahwa perubahan signifikan memerlukan pengujian lebih mendalam terhadap tren inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Riksbank tampak menimbang antara stabilitas dan potensi penyesuaian jika data berubah.
Jansson menunjukkan kerangka kompromi antara keinginan untuk melakukan perubahan dan kebutuhan kehati-hatian terhadap inflasi. Ia membuka kemungkinan reservasi terhadap pertemuan berikutnya jika inflasi menunjukkan hasil yang tidak sesuai ekspektasi. Sementara itu, Thedéen menekankan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada peluang inflasi untuk undershoot serta kondisi makro yang relevan pada periode berjalan.
Pertemuan Maret menjadi arena utama bagi arah kebijakan selanjutnya. Pelaku pasar akan memantau bagaimana notulen dan pernyataan pejabat merumuskan pandangan terhadap pemotongan. Cetro Trading Insight menilai arah kebijakan bisa berubah jika inflasi mengecil lebih jauh dan dinamika ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berkelanjutan.