Roadmap Internasionalisasi KRW: Reform Struktural Dorong Pemulihan KRW pada 2H26

trading sekarang

Ekonom DBS Group Research, Ma Tieying, menilai roadmap internasionalisasi won Korea Selatan yang dirilis oleh Kementerian Keuangan dan Ekonomi, Bank of Korea, serta Komisi Layanan Keuangan. Dokumen tersebut menyoroti arah reform struktural untuk memperluas penggunaan won di luar wilayah tradisionalnya. Pengumuman tersebut dilakukan pada 19 Juli dan dipandang sebagai tonggak kebijakan valuta asing Korea.

Langkah kunci mencakup pembentukan pasar won offshore, pengembangan infrastruktur perdagangan dan penyelesaian 24 jam, pelonggaran regulasi transaksi valas, serta perluasan jenis aset berdenominasi won. Upaya ini bertujuan meningkatkan likuiditas, akses pasar, dan fleksibilitas fiskal dalam perekonomian Korea. Keberhasilan implementasinya diharapkan akan memperkuat posisi won di pasar global dalam jangka menengah hingga panjang.

Tieying menilai reform reform ini bisa memberikan dukungan struktural bagi won dalam jangka menengah hingga panjang. Jika kebijakan tersebut diterapkan secara efektif, penggunaan won yang lebih luas dalam perdagangan, investasi, dan transaksi keuangan bisa meningkatkan permintaan global terhadap KRW. Proses transisi juga memerlukan komitmen regulasi yang konsisten dan koordinasi antar lembaga agar manfaatnya dapat terealisasi.

Secara makro, ada beberapa tailwinds siklikal yang mendukung KRW. Tieying melihat penyempitan selisih suku bunga USD/KRW, dinamika indeks KOSPI, dan pelebaran surplus perdagangan sebagai pendorong utama. Ketiga faktor tersebut diperkirakan memberi dukungan pada pemulihan KRW pada semester kedua 2026 dan seterusnya.

Secara jangka pendek, KRW mendapat manfaat dari upaya peningkatan likviditas dan infrastruktur pasar. Penerapan perdagangan dan penyelesaian 24 jam memperluas jam operasional pasar USD/KRW, sehingga arus transaksi bisa lebih fleksibel. Pelonggaran regulasi transaksi valas juga diperkirakan memperlancar aliran modal, meskipun volatilitas bisa tetap tinggi.

Namun, proses implementasi reformasi dan dinamika eksternal tetap menjadi risiko. Kecepatan perubahan kebijakan, respons pasar terhadap pembukaan pasar offshore, serta perubahan permintaan global terhadap KRW dapat mempengaruhi dampak jangka pendek. Investor perlu memantau perkembangan regulasi dan progres infrastruktur secara berkala.

Implikasi utama bagi pasar adalah potensi peningkatan permintaan global terhadap KRW jika penggunaan won meluas. Peningkatan penggunaan won dalam penyelesaian perdagangan, investasi, dan transaksi finansial dapat memperkuat profil mata uang Korea. Manfaatnya bergantung pada konsistensi kebijakan, progres infrastruktur, dan kondisi ekonomi global.

Bagi investor, fokus utama adalah bagaimana kebijakan mempengaruhi likuiditas dan volatilitas USDKRW. Perubahan kebijakan dapat menciptakan peluang trading di pasar FX dan aset terkait KRW, namun juga menambah risiko bagi portofolio. Oleh karena itu penting untuk mengkombinasikan analisis fundamental dengan pendekatan manajemen risiko.

Secara keseluruhan, roadmap ini menandai arah reform jangka panjang yang berpotensi menguatkan KRW. Namun, manfaatnya sangat bergantung pada realisasi kebijakan dan faktor eksternal lainnya. Investor disarankan menggabungkan analisis fundamental dengan indikator kebijakan saat menilai peluang di pasar FX.

banner footer