ROCK Melompat 24%: Analisis Kinerja Rockfields Properti Indonesia oleh Cetro Trading Insight

ROCK Melompat 24%: Analisis Kinerja Rockfields Properti Indonesia oleh Cetro Trading Insight

trading sekarang

ROCK melompat di tengah volatilitas pasar properti Indonesia, menjadi sorotan utama di perdagangan Jumat. Lonjakan 24,79% menegaskan langkah agresif investor terhadap saham ROCK sebagai salah satu top gainer hari itu. Fenomena harga emas perak masih jadi barometer sentimen investor, menambah layer ketidakpastian tetapi juga peluang bagi penguat posisi. Dalam analisa awal, Array data kinerja saham ROCK menunjukkan momentum kuat yang perlu dicermati oleh pemodal.

Di balik lonjakan tersebut, laporan perusahaan menegaskan ROCK telah mencatat pertumbuhan harga 117% dalam sebulan terakhir. Hal ini mencerminkan ekspansi aset dan proyek yang berjalan sesuai rencana, meski dinamika pasar properti menuntut kehati-hatian. Cetro Trading Insight menekankan bahwa tren ini menambah bobot pada argumen bahwa saham-saham properti masih menawarkan peluang bagi investor jangka menengah, asalkan selektif memilih proyek dan mitra kerja.

ROCK fokus pada pengembangan dan pengelolaan properti komersial dan residensial dengan aset senilai Rp1 triliun. Portofolio proyek yang dilaporkan mencakup Noble House di Mega Kuningan, Escala Residence di Semarang, International Exchange House di Jakarta, dan Broadway Residence serta proyek lainnya. Array portofolio menunjukkan diversifikasi segmen pasar yang mereka layani, yang menjadi pilar utama strategi pertumbuhan jangka menengah. harga emas perak juga menjadi metafora volatilitas pasar properti global, meski perusahaan menunjukkan ketahanan melalui pendapatan sewa dan pengelolaan aset.

Menurut data Bursa Efek Indonesia hingga Januari 2026, Po Sun Kok dan Luciana adalah pengendali ROCK dengan kepemilikan masing-masing sekitar 27% dari total saham (sekitar 387 juta saham). Kepemilikan yang signifikan ini menempatkan mereka sebagai pilar utama perusahaan dan menjaga arah strategis Rockfields Properti Indonesia Tbk. Analisa dari sumber independen menyebutkan bahwa posisi pengendali tersebut berperan dalam perumusan rencana proyek dan komitmen terhadap mitra pengembang.

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah PT Pollux Hotels Groups Tbk (POLI) dengan kepemilikan sekitar 26% (sekitar 373 juta saham). Masyarakat publik memegang sekitar 20% atau 287 juta saham, sehingga struktur kepemilikan mencerminkan kombinasi antara pemegang institusi dan publik. Dalam konteks manfaat akhir, Po Sun Kok dan Luciana tetap menjadi pemilik manfaat utama perusahaan dan mengarahkan agenda strategis yang disampaikan kepada pemegang saham.

Rockfields pertama kali go public pada tahun 2020 dengan melepas 287 juta saham pada harga penawaran Rp1.340 per saham, menghasilkan sekitar Rp384 miliar. Pada perdagangan Jumat 13 Februari 2026, penutupan saham ROCK di Rp3.020 menunjukkan momentum berlanjutan. Analisa dari Array menunjukkan bahwa kepemilikan dan pelaksanaan proyek menjadi pilar utama kinerja ke depan, meskipun volatilitas pasar tetap ada. Dalam konteks risiko, harga emas perak sering menjadi barometer volatilitas global yang perlu diwaspadai investor, sehingga diversifikasi portofolio tetap relevan.

broker terbaik indonesia