Di tengah gemuruh volatilitas global, pasar saham AS menunjukkan dualitas yang menantang ekspektasi investor: tekanan pada raksasa teknologi bersaing dengan dinamika pendapatan sektor non teknologi. Cetro Trading Insight menilai ini lebih dari sekadar rapuhnya pertumbuhan terkait AI; ini adalah ujian bagi pelaku pasar untuk menilai arah aliran modal saat ini. Dengan volatilitas yang meningkat, investor dihadapkan pada peluang serta risiko yang kompleks di setiap sektor.
Hari Kamis 19 Februari 2026, Apple turun 1,4 persen menjadi penekan terbesar indeks S&P 500, sementara Nvidia sedikit melemah 0,04 persen. Walmart juga melemah 1,4 persen setelah memberikan pandangan fiskal 2027 yang konservatif dan mengumumkan rencana pembelian kembali saham sebesar 30 miliar USD. Pergerakan saham teknologi menjadi fokus utama karena sinyal tentang arus pendapatan di masa depan masih belum jelas.
Para pelaku pasar juga menilai bahwa saham perusahaan terkait AI bergejolak akibat kekhawatiran valuasi tinggi dan belum kuatnya bukti bahwa investasi besar di AI benar-benar mendorong pendapatan dan laba. Menurut analisis pelaku industri, sektor AI berkembang sangat cepat dan tidak semua pelaku akan menjadi pemenang, sehingga pasar sedang menimbang lini bisnis mana yang benar benar terancam.
Selain itu tekanan pada sektor swasta terlihat dari pergerakan di pasar private equity; Blue Owl Capital menjual aset senilai USD 1,4 miliar dan membekukan penarikan dana untuk mengelola utang, menambah kekhawatiran akan kualitas kredit dan paparan pemberi pinjaman terhadap saham perangkat lunak. Saham Blue Owl sendiri turun sekitar 6 persen, menambah tekanan pada rekanan sektor keuangan dan investasi alternatif.
Secara indeks, S&P 500 turun 0,28 persen menjadi 6.861,89; Nasdaq Composite melemah 0,31 persen ke 22.682,73; Dow Jones Industrial Average turun 0,54 persen ke 49.395,16. Sektor energi menguat 0,6 persen seiring kenaikan harga minyak, sedangkan sektor keuangan turun sekitar 0,9 persen.
Pelaku pasar juga mencermati risalah rapat terbaru Federal Reserve yang menunjukkan perbedaan pandangan pejabat terkait arah kebijakan suku bunga. Data klaim pengangguran mingguan menunjukkan pasar tenaga kerja mulai stabil, sementara laporan Personal Consumption Expenditures yang akan dirilis Jumat menjadi perhatian utama untuk memahami arah kebijakan selanjutnya.