Ledakan minat terhadap aset lindung nilai mendorong saham emiten emas di BEI tampil solid pada perdagangan Senin, seiring lonjakan harga emas dunia. Para pedagang menilai sektor tambang emas sebagai barometer kepemilikan aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Cetro Trading Insight mencermati momentum ini sebagai peluang bagi investor pemula maupun berpengalaman, dan cek harga emas antam menjadi referensi utama bagi sebagian investor.
Menurut BEI pukul 10.01 WIB, EMAS melonjak 8,85 persen ke Rp7.050 per unit, menjadikannya saham emas dengan kenaikan terbesar di hari itu. Peningkatan ini menunjukkan respons pasar terhadap sentimen lindung nilai dan likuiditas yang relatif kuat di sektor tambang emas. Di samping EMAS, MDKA naik 4,91 persen menjadi Rp2.990, ARCI 3,74 persen ke Rp1.665, ANTM 3,50 persen ke Rp3.840 dengan transaksi sekitar Rp243 miliar, BRMS naik 2,12 persen ke Rp965, HRTA naik 1,33 persen ke Rp2.290, dan AMMN bertahan di jalur positif.
Secara keseluruhan, pergerakan saham emas didorong oleh kenaikan harga emas global yang melampaui USD 5.010 per troy ons di pagi hari. Kondisi ini juga menambah daya tarik bagi ritel untuk mengamati faktor pendukung, termasuk cek harga emas antam, sebagai tolok ukur tambahan untuk timing perdagangan.
Faktor fundamental utama adalah lonjakan harga emas global di atas USD 5.010 per troy ons, yang menjadi motor reli saham emiten emas. Investor menanti data ketenagakerjaan Januari AS dan data inflasi yang diperkirakan mengarahkan kebijakan The Fed, sehingga emas cenderung dipandang sebagai lindung nilai. Cetro Trading Insight menilai momentum ini sebagai peluang bagi publik, dengan catatan bahwa cek harga emas antam tetap menjadi rujukan bagi investor ritel. Array analitik menunjukkan korelasi antara lonjakan emas dan pergerakan saham miner.
Selain faktor AS, dinamika politik Jepang memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar dan pelemahan yen. Bank sentral China juga memperpanjang pembelian emas bulan Januari, menandakan permintaan global yang konsisten. Array data pasar memperlihatkan keterkaitan antara kebijakan, nilai tukar, dan pergerakan harga emas dalam pola yang berulang, sehingga analisis teknikal juga perlu mempertimbangkan Array tren saat ini.
Secara geopolitik, perundingan AS-Iran memberi sinyal stabilitas, dan analis melihat peluang membeli emas ketika sinyal fundamental kuat. Cetro Trading Insight menyarankan pendekatan berhati-hati dengan target risiko 1:1,5, sambil terus memantau cek harga emas antam sebagai acuan timing.