Sesi Risk-Off Meluas: S&P 500 Turun Ketiga Kalinya, Teknologi dan AI Tekankan Tekanan Pasar Global

trading sekarang

Deutsche Bank merilis analisis yang menggambarkan sesi risk-off yang meluas di pasar saham. Indeks S&P 500 turun untuk kali ketiga berturut-turut, didorong oleh kerugian besar di saham perangkat lunak serta teknologi mega-kapital. Laporan ini menekankan bahwa dinamika pasar saat ini melibatkan faktor-faktor teknikal dan fundamental yang saling mempengaruhi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight (Cetro).

Kekhawatiran terkait AI disruption mulai mempengaruhi penilaian terhadap sejumlah sektor, termasuk logistik dan properti komersial. Sementara itu, sektor keuangan dan indeks dengan bobot yang merata (equal-weighted) juga merosot, menandakan kelanjutan sell-off di luar para pemimpin pasar belakangan ini. Pergerakan ini menunjukkan pembalikan tren yang lebih luas ketimbang gerak di Magnificent 7.

Secara keseluruhan, tekanan jual di pasar ekuitas didorong oleh sektor teknologi. S&P 500 mencapai penurunan 1.57 persen, mencatat tiga hari penurunan beruntun. Saham perangkat lunak menempati posisi terburuk, sedangkan kinerja teknologi secara umum melemah tajam di sesi tersebut.

Tekanan pada sektor teknologi menjadi pelaku utama di sesi ini. Saham perangkat lunak dalam indeks utama turun sekitar 1.5 persen, dan teknologi secara keseluruhan terlihat lesu. Sementara itu, kelompok mega-cap yang tergolong Magnificent 7 berakhir lebih rendah sekitar 2.2 persen, menambah beban pada indeks Nasdaq sebanyak 2.03 persen.

Penilaian atas AI-led disruption mendorong investor menilai implikasinya terhadap berbagai sektor industri. Penurunan di sektor keuangan juga terasa luas, dengan S&P Financials turun hampir 2 persen dan KBW Bank Index anjlok lebih dari 3 persen—terbaik atau terburuk sejak Oktober.

Tanda-tanda pelemahan meluas terlihat di seluruh pasar; equal-weighted S&P 500 turun 1.31 persen dari rekor tertinggi sebelumnya, sementara indeks Eropa STOXX 600 juga melemah sekitar 0.49 persen pada hari itu.

broker terbaik indonesia