Spreads Sovereign Eurozone Terkendal Meski Risiko Politik Inggris Mengintai Pasar

Spreads Sovereign Eurozone Terkendal Meski Risiko Politik Inggris Mengintai Pasar

trading sekarang

Analisis Deutsche Bank, dipimpin Jim Reid, menunjukkan penyempitan spreads sovereign di zona euro. Data terbaru menunjukkan yield 10 tahun pada BTP Italia turun sekitar 0,6 basis poin ke level terendah sejak Desember 2024, didorong oleh permintaan yang lebih kuat pada obligasi negara. OAT Prancis juga turun sekitar 1,2 basis poin, mencapai level terendah sejak Juli, sementara bund Jerman 10 tahun stabil dengan perubahan kecil. Ketertarikan investor terhadap perbaikan profil risiko negara-negara inti memperkuat prospek pemulihan relatif yield di wilayah ini.

Namun, risiko tidak mereda karena dinamika politik di Inggris bisa memengaruhi sentimen pasar Eropa. Pasar menantikan hasil by-election di daerah Greater Manchester, Gorton dan Denton, yang dapat memicu tekanan pada posisi Perdana Menteri Keir Starmer jika hasilnya mengecewakan. Para analis menilai bahwa kekhawatiran terhadap pelonggaran fiskal dan volatilitas pasar gilt dapat membatasi kemajuan spreads di kawasan euro.

Meski spreads menipis, para ahli menekankan bahwa risiko tetap ada. Ketidakpastian politik di Inggris berpotensi memperpanjang volatilitas di pasar obligasi, sehingga investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan fiskal dan dinamika pasar utang negara. Laporan ini menyoroti bahwa pergerakan yang lebih luas tetap tergantung pada faktor politik serta persepsi risiko fiskal di berbagai negara anggota. Menurut Cetro Trading Insight, skenario base case tetap menjaga stabilitas spreads meskipun volatilitas jangka pendek bisa meningkat.

Secara umum, kinerja obligasi negara di Eropa menunjukkan kekuatan relatif belakangan ini. Di awal sesi perdagangan Eropa, penyempitan spreads sovereign terlihat membaik, dan beberapa investor merespons dengan optimisme terhadap kemungkinan pemulihan imbal hasil. Meskipun ada faktor eksternal yang menambah volatilitas, pemandangan pasar tetap lebih konstruktif daripada beberapa bulan sebelumnya.

Rincian pergerakan yield menunjukkan 10 tahun Italia turun 0,6 basis poin, 10 tahun Prancis turun 1,2 basis poin, dan 10 tahun Jerman stabil di sekitar kenaikan 0,1 basis poin. Selisih yield 10 tahun antara Prancis dan Jerman turun menjadi 55 basis poin, level terendah sejak Macron memimpin pemilihan legislatif singkat pada Juni 2024.

Secara keseluruhan, pandangan pasar terhadap fiskal zona euro tetap moderat meskipun ada ketidakpastian politik. Investor menilai bahwa jalur fiskal negara anggota akan tetap seimbang antara pengeluaran dan pendapatan, meskipun tekanan politik domestik dapat memicu respons kebijakan jangka pendek. Pergerakan kurva imbal hasil menunjukkan bahwa pasar memperhatikan dinamika fiskal sambil menilai risiko eksternal.

Yang perlu diwaspadai investor

Faktor UK akan tetap menjadi sorotan utama bagi investor, karena hasil by-election di Gorton dan Denton dapat mengubah ritme dukungan untuk Partai Buruh. Pasar menilai risiko politisasi fiskal dan volatilitas gilts sebagai bagian utama risiko, meskipun dampaknya terhadap pasar obligasi zona euro bervariasi.

Investasi global menghadapi pola risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian politik. Kebijakan fiskal di Inggris bisa memicu perubahan besar pada jalur pengeluaran negara, sehingga volatilitas pasar gilts bisa meningkat jika kehendak politik berubah. Sementara itu, dinamika obligasi zona euro tetap bergantung pada bagaimana sentimen pasar bereaksi terhadap pernyataan kebijakan dari bank sentral dan pemerintah.

Untuk portofolio, rekomendasi umum adalah menjaga diversifikasi antara obligasi negara, memperhatikan kurva imbal hasil, dan menjaga manajemen risiko yang ketat. Mengingat risiko politik dan potensi volatilitas, investor disarankan menimbang profil risiko, membatasi exposure pada yield tinggi, dan menggunakan lindung nilai jika diperlukan. Sesuai pedoman Cetro Trading Insight, kehati-hatian dan evaluasi berkala menjadi kunci.

broker terbaik indonesia