Perak XAG/USD turun pada perdagangan hari Kamis menurut data FXStreet, dirangkum oleh Cetro Trading Insight. Harga berada di level $87.50 per troy ounce, turun sekitar 1,0 persen dibandingkan penutupan kemarin di $88.38. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh sentimen risiko dan permintaan fisik.
Secara year-to-date, harga perak telah naik sekitar 23.09 persen sejak awal tahun. Kenaikan ini mencerminkan minat investor terhadap aset pelindung nilai dan volatilitas pasar. Meskipun satwa harga yang relatif lemah hari ini, tren kenaikan YTD menunjukkan adanya faktor fundamental yang mendukung permintaan jangka menengah.
Data ini juga menunjukkan ukuran unit yang berbeda; perak diperdagangkan dalam troi ounce dan gram. Level harga saat ini menguatkan pandangan bahwa volatilitas di pasar logam mulia tetap signifikan. Investor perlu memperhatikan faktor-faktor seperti suku bunga, permintaan industri, dan dinamika dolar AS saat menilai arah selanjutnya.
Rasio Gold/Silver, yang menunjukkan berapa banyak ounce perak yang setara dengan satu ounce emas, berada di 59.20 pada Kamis, naik dari 58.29 pada hari sebelumnya. Perubahan ini menandai pergeseran komparatif antara emas dan perak. Pergeseran ini sering menjadi indikator likuiditas relatif dan preferensi investor terhadap aset safe-haven.
Kenaikan rasio menunjukkan bahwa emas mungkin lebih kuat daripada perak dalam jangka pendek, atau bahwa permintaan perak menurun relatif. Meski demikian, perubahan ini mencerminkan dinamika pasar yang perlu diperhatikan secara berkala oleh para trader dan analis.
Dengan Rasio yang meningkat, beberapa trader melihat peluang spread trading antara kedua logam, meskipun data minggu ini lebih fokus pada pergerakan harga tunggal XAGUSD. Perubahan ini juga bisa mencerminkan perubahan input industri yang memengaruhi permintaan perak.
Kendati harga perak turun tipis, kinerja YTD yang positif memberi konteks bagi investor untuk menilai risiko dan peluang. Memakai kerangka fundamental, perak tetap menjadi aset yang sensitif terhadap dinamika dolar AS, suku bunga, dan arus modal global.
Pengambilan keputusan trading tidak bisa didasarkan hanya pada data harian ini, karena informasi yang ada masih relatif terbatas untuk menentukan arah jangka pendek. Investor disarankan menggabungkan analisis makroekonomi dengan pemantauan laporan permintaan industri serta dinamika pasar dolar.
Jika investor ingin menilai peluang jangka menengah, mereka bisa memantau kejadian ekonomi utama dan laporan permintaan industri yang dapat memicu pergerakan lebih lanjut pada XAGUSD. Diversifikasi portofolio dan penggunaan manajemen risiko tetap relevan untuk menghadapi volatilitas logam mulia.