Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos setelah pukul 13:00 GMT. Panggung tersebut menjadi ajang untuk memperlihatkan langkah-langkah kebijakan yang bisa menekan mitra dagang di Uni Eropa terkait isu Greenland. Dalam beberapa hari terakhir, perjalanan Trump sempat tertunda karena Air Force One terpaksa berbalik karena 'masalah listrik kecil' yang muncul di jalur penerbangan. Kejadian ini menambah ketidakpastian di pasar dan menyiapkan panggung bagi perdebatan kebijakan perdagangan.
Pidato tersebut akan menjadi momen kunci bagi pasar karena kemungkinan mengungkap rencana Gedung Putih untuk meningkatkan tekanan pada UE. Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen bersama PM Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa ekonomi Greenland lebih memilih status semi-otonom di bawah Denmark, menjaga posisi wilayah tersebut. Keputusan ini dinilai bisa membatasi eskalasi geopolitik dan mempengaruhi dinamika tarif yang sedang dipanas-panaskan.
Sejauh ini, Washington telah menerapkan tarif 10% terhadap sejumlah anggota UE, mulai 1 Februari, karena menolak pengawasan AS atas Greenland. Daftar negara yang terkena tarif mencakup Prancis, Jerman, Denmark, Norwegia, Swedia, Belanda, Finlandia, dan Inggris, dengan ancaman kenaikan hingga 25% jika tidak ada kesepakatan. Para pelaku pasar global menilai langkah tersebut berpotensi memicu respons balasan yang proporsional dari UE dan memperpanjang ketidakpastian perdagangan.
EURUSD diperdagangkan mendekati level 1,1700 saat berita ini diturunkan, menggambarkan pasar yang mempertimbangkan dampak potensi kebijakan AS terhadap pasangan utama. Analisis teknikal menunjukkan bahwa EMA 20-hari berada pada sekitar 1,1679, sedikit di bawah harga spot, memberikan bias kenaikan jangka pendek yang terukur. Para trader bisa melihat pullback yang berpotensi menjemput minat beli di level EMA sebagai area permintaan dinamis.
RSI 14-hari berada di 54, menandakan konsistensi antara peluang naik dengan ruang untuk konsolidasi. Garis tren menurun yang berasal dari puncak 1,1921 membatasi perbaikan di sisi atas, dengan resistance berada di sekitar 1,1775. Penutupan harian di atas penghalang ini bisa mengangkat momentum menuju level yang lebih tinggi.
Garis tren kenaikan dari 1,1393 mendukung struktur yang lebih luas, offering support di sekitar 1,1533. Jika harga gagal menembus 1,1775, kenaikan akan tetap terbatas dan pasar bisa mengarah ke fase konsolidasi di atas basis tren. Sinyal teknikal saat ini mengarah pada potensi perbaikan bertahap bagi EURUSD, asalkan faktor fundamental tidak mengubah arah tren secara signifikan.
Berbagai dinamika fiskal dan geopolitik di sekitar Amerika Serikat dan UE berpotensi meningkatkan volatilitas terhadap dolar dan pasangan mata uang utama. Pelaku pasar akan menimbang risiko dan imbalan terkait tarif, serta potensi eskalasi konflik Greenland terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kedua blok. Dalam konteks ini, perhatian utama tetap pada bagaimana negara-negara besar menanggapi langkah AS.
Jika nada lebih lunak dari Trump atau penundaan langkah militer mengurangi ketegangan geopolitik, sentimen terhadap aset berisiko bisa membaik dan menarik minat terhadap EURUSD serta aset berdenominasi dolar lainnya. Namun jika eskalasi berlanjut, dolar bisa menguat lagi karena investor mencari perlindungan terhadap risiko. Pasar akan memerlukan konfirmasi data ekonomi terbaru untuk mengkonfirmasi arah selanjutnya.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah masuk pada 1,1700 dengan target sekitar 1,1830 dan stop di 1,1640. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 2.2:1, memenuhi persyaratan minimal 1:1.5. Pelaku pasar disarankan untuk mengelola ukuran posisi secara konservatif dan siap menyesuaikan jika volatilitas meningkat saat pidato berlangsung.