Analisis pasar terbaru dari Cetro Trading Insight menyoroti pergerakan USD/CAD yang kembali menarik minat beli untuk hari ketiga berturut-turut. Kombinasi faktor teknis dan fundamental mendorong momentum positif, meskipun para pelaku pasar mencermati level teknis kunci secara saksama. Artikel ini merangkum dinamika harga, level penting, serta potensi arah berikutnya bagi para trader.
Harga telah berada di sekitar 1.3630 dan menunjukkan tren naik yang konsisten selama tiga sesi terakhir. Rebound ini menguat setelah sinyal positif dari level 1.3500 secara psikologis, dan indikator teknis menguatkan pandangan bullish. Dalam kerangka 100 jam, SMA mendekati 1.3576 dan harga tetap berada di atasnya, memberi landasan bias yang moderat untuk pergerakan lanjut.
RSI berada di sekitar 68, mendekati zona overbought namun tetap mendukung momentum naik. MACD berada pada garis nol dengan histogram relatif datar, menandakan momentum yang kuat namun berpotensi mereda jika harga gagal menembus resistance 1.3641. Level Fibonacci fibo 61.8 persen di kisaran 1.3641 dianggap sebagai penghalang penting bagi langkah berikutnya.
Jika harga berhasil menembus 1.3641, fokus berikutnya bisa mengarah ke 1.3700 atau lebih tinggi. Namun penurunan di bawah 1.3576 dapat melemahkan bias positif dan menimbulkan fase konsolidasi. Trader disarankan memantau arah volatilitas dan level kunci untuk menentukan peluang masuk sesuai rencana trading yang disesuaikan dengan toleransi risiko.
| Level | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Support awal | 1.3576 | SMA 100 periode sebagai landasan |
| Resistance | 1.3641 | Rintangan utama untuk langkah berikutnya |
| Target potensial | 1.3700 | Area manuver jika momentum bertahan |
Kondisi minyak mentah yang melemah menambah tekanan pada CAD, mengurangi daya tarik komoditas dan menambah dorongan bagi USD. Ketidakseimbangan harga minyak membuat dolar AS menyiratkan gain relatif terhadap mata uang komoditas, sehingga USD/CAD tetap berada dalam fokus pasar. Pergerakan ini diperkokoh oleh ekspektasi bahwa risiko pasar tetap berwaspada terhadap fluktuasi harga energi.
Meski data NFP AS sempat mengejutkan dengan angka positif, hal ini membatasi harapan untuk pemangkasan suku bunga Fed pada Maret. Rilis pekerjaan tersebut memberikan pembahasan baru seputar kebijakan moneter dan menahan tekanan pada CAD. Dengan demikian, USD mendapat bias positif yang mendorong laju pasangan meski belum pasti bahwa kebijakan akan berubah dalam waktu dekat.
Investors juga menantikan data inflasi konsumsi AS yang menjadi sinyal utama bagi jalur kebijakan. Perkembangan inflasi akan menjaga volatilitas di pasangan tersebut dan bisa menggeser arah pergerakan jika angka inflasi meleset dari harapan. Kondisi ini menuntut manajer risiko untuk menyesuaikan rencana perdagangan seiring keluarnya data ekonomi penting.
Secara teknis, penembusan di atas 1.3641 bisa membuka jalan bagi kenaikan menuju 1.3700 atau target yang lebih tinggi. Skenario ini didorong oleh momentum yang masih kuat meski indikator RSI mendekati wilayah jenuh beli, sehingga konfirmasi penembusan menjadi kunci untuk kelanjutan uptrend. Jika gagal, ada risiko koreksi sementara menuju zona support terdekat.
Landasan support di 1.3576 menjadi titik kritis bagi potensi rebound, dengan kemungkinan pembatasan downside jika harga mampu bertahan di atasnya. Pelaku pasar disarankan untuk memasang stop loss yang cukup rapat namun tetap memberi ruang bagi volatilitas. Strategi manajemen risiko menjadi bagian penting dalam setiap instrumen valas yang volatile seperti USD/CAD.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah posisi beli dengan open di 1.3630, TP 1.3700, dan SL 1.3588. Rasio risiko-imbalan mendekati 1.50 atau lebih, sejalan dengan profil risiko. Perlu diingat bahwa perubahan data inflasi AS atau pernyataan kebijakan bisa membentuk ulang arah pasar secara signifikan, sehingga trader perlu menyesuaikan rencana sesuai kondisi pasar aktual.