
Laporan pasar hari ini dari Cetro Trading Insight menunjukkan USD/CAD melemah seiring dengan kenaikan harga minyak mentah. CAD mendapat dukungan karena Kanada adalah eksportir minyak utama, sehingga perubahan harga minyak langsung mempengaruhi nilai tukarnya.
WTI berada di sekitar $86 per barel, mendekati level tertinggi sejak 11 Juni. Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran gangguan pasokan melalui jalur pelayaran di Timur Tengah dan potensi gangguan di Red Sea.
Di sisi dolar AS, indeks dolar (DXY) tergelincir sedikit meski tetap didorong oleh tensi geopolitik serta ekspektasi Federal Reserve yang hawkish. Pasar sekarang menantikan konferensi FOMC pada 28–29 Juli untuk panduan kebijakan.
Harga USD/CAD diperdagangkan sekitar 1.4085, turun 0.16% pada hari ini, melanjutkan pembalikan setelah dua sesi berakhir dengan kerugian.
Konteks minyak yang rebound memberikan dukungan tambahan pada CAD, mengingat Kanada adalah negara penghasil minyak utama dan mata uangnya sensitif terhadap perubahan harga minyak global.
Sinyal pasar menunjukkan volatilitas mungkin tetap terbatas di sekitar 1.40, sementara investor memperhatikan pergeseran kebijakan moneter. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli meningkat menjadi sekitar 28%, dengan sekitar 69% untuk kenaikan pada September, menurut indikator pasar.
TD Securities menilai adanya hambatan kebijakan perdagangan AS terhadap Kanada yang bisa menekan CAD dalam jangka pendek, meskipun mereka melihat ruang bagi USD/CAD untuk bergerak rendah menuju sekitar 1.39 pada akhir 2026.
Bank of Canada mempertahankan suku bunga di 2.25% pada pertemuan Juli dan menegaskan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Bagi trader, skenario teknikal yang sejalan dengan fundamental menyarankan posisi jual USD/CAD dengan target sekitar 1.3850 dan stop sekitar 1.4235; rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.57, sesuai prinsip trading yang aman.