USD/CHF tetap berada dalam tekanan kuat setelah data Penjualan Ritel Riil Swiss untuk November menunjukkan peningkatan 2,3% secara tahunan. Angka ini berada di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,9%, meskipun lebih tinggi dibanding pembacaan bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 2,2%. Laporan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap bertahan meski momentum relatif melambat dibanding ekspektasi pasar.
Permintaan safe-haven mendorong dolar AS menguat terhadap aset berisiko, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di antara negara besar. Ketegangan Rusia-Ukraina menambah risiko global, sehingga aliran modal ke mata uang pelindung nilai cenderung meningkat. Dalam konteks tersebut USD/CHF diperdagangkan mendekati level 0.7940 sepanjang sesi Eropa.
Secara teknikal, level 0.7940 menjadi acuan utama hari ini dengan peluang pergerakan menuju resistance di sekitar 0.7980–0.8000 jika momentum dolar tetap positif. Analis juga mencatat adanya peluang perlindungan di sekitar support 0.7920 jika situasi geopolitik memburuk. Pasar terus menunggu data ekonomi berikutnya terutama PMI Manufaktur ISM AS sebagai petunjuk arah selanjutnya.
CNN melaporkan pada akhir pekan bahwa pemerintahan AS meluncurkan serangan skala besar terhadap Venezuela dan menahan Presiden Maduro untuk menghadapi tuduhan tetap. Rencana tersebut menambah unsur risiko politik dalam dinamika risiko global dan berpotensi memperkuat posisi dolar sebagai aset safe-haven. Pelaku pasar menilai fiskal dan kebijakan luar negeri AS sebagai faktor utama yang mempengaruhi pergerakan USD hari ini.
Di saat yang sama Kyiv semakin menggunakan drone jarak jauh untuk menyerang ke dalam wilayah Rusia, seperti dilaporkan The Guardian. Pertahanan udara Rusia juga mengklaim telah menghancurkan 57 drone di sekitar wilayah Moskow hingga tengah malam hari Minggu, sementara total 437 drone berhasil dicegat di seluruh negara. Data tersebut menambah tekanan pada risiko geopolitik regional yang dapat mengundang reaksi pasar dolar.
Permintaan safe-haven cenderung bertahan seiring investor memerhatikan perkembangan konflik dan kemungkinan langkah militer lebih lanjut. Pasar menantikan rilis data PMI Manufaktur ISM AS yang akan menjadi fokus utama sesi Amerika, membantu menilai momentum ekonomi dan arah dolar terhadap pasangan utama. Laporan media menekankan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama pergerakan USDCHF.
Fokus utama pasar beralih ke data PMI Manufaktur ISM AS yang akan dirilis nanti sesi Amerika Utara, karena indikator ini sering menjadi barometer permintaan domestik dan momentum industri terbesar. Hasilnya diperkirakan akan memberi wawasan tentang daya tahan ekonomi AS serta implikasinya pada likuiditas dan volatilitas pasangan mata uang utama. Investor juga akan memantau komentar pejabat bank sentral serta sinyal kebijakan fiskal yang mungkin mempengaruhi arah dolar.
Beberapa laporan media menyoroti dinamika kebijakan luar negeri serta kemungkinan tindakan baru bila Venezuela tidak memenuhi tuntutan. Sinyal tersebut menambah unsur ketidakpastian yang dapat menjaga volatilitas USDCHF tetap tinggi. Dalam konteks itu, para trader disarankan untuk menilai risiko geopolitik sambil menimbang sinyal fundamental dari data ekonomi yang akan datang.
Secara operasional, rekomendasi model trading yang konsisten memberikan sinyal beli pada USDCHF dengan open sekitar 0.7940; target profit di sekitar 0.7975 dan stop loss di sekitar 0.7920, menghasilkan risiko-imbalan minimal 1:1,5 jika skenario terpenuhi. Namun risiko pasar bisa berubah dengan cepat mengikuti perkembangan berita geopolitik, sehingga manajemen risiko tetap krusial.