Yen Jepang melemah terhadap Dolar AS seiring imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dan kekuatan dolar secara luas. USD/JPY beranjak naik setelah sesi sebelumnya berakhir turun, mencerminkan pergeseran sentimen di pasar forex. Investor juga menilai dinamika antara penawaran risiko dan permintaan terhadap aset safe-haven.
Data PMI layanan AS yang lebih lemah tidak mampu menghentikan pemulihan Dolar. Indeks Dolar (DXY) berada di sekitar 98,53 setelah sempat mencapai 98,16. Pergerakan pasar menegaskan bahwa meskipun ada jeda peningkatan, tekanan ke atas pada dolar tetap relevan karena kebijakan moneter global yang memunculkan perbedaan siklus.
PMI Jasa AS turun menjadi 52,5 pada Desember dan PMI Gabungan turun menjadi 52,7, mencerminkan ekspansi yang lebih lambat di kedua sektor manufaktur dan jasa. Pasar memandang bahwa dua pemotongan suku bunga Fed masih mungkin terjadi di tahun ini meski jalurnya belum jelas. Kebijakan Fed tetap menjadi fokus utama bagi para trader untuk arah jangka pendek USDJPY.
Di sisi kebijakan moneter, pasar menilai kemungkinan dua pemotongan suku bunga Fed di tahun ini meski jalurnya belum pasti. Para trader menanti pertemuan 27-28 Januari, dengan probabilitas sekitar 85% untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini menurut CME FedWatch. Permukaan risiko geopolitik tetap menjadi katalis utama yang bisa mengubah arah dolar.
BoJ diperkirakan akan melanjutkan normalisasi kebijakan secara bertahap dengan potensi kenaikan suku bunga. Gubernur Kazuo Ueda menegaskan bias hawkish dan akan menyesuaikan kebijakan seiring perbaikan ekonomi dan inflasi. Kebijakan ini menambah tekanan pada yen, sementara risiko intervensi Bank Sentral Jepang terus membayangi.
Gejolak geopolitik, termasuk insiden militer di Venezuela, menjaga fokus investor pada aset safe-haven. Kekhawatiran terhadap langkah militer dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar dan USDJPY. Opsi intervensi BoJ juga menjadi topik pembahasan di pasar, menambah dinamika pada kurs yen.
Agenda data Jepang tetap ringan, dengan rilis PMI Jasa Jibun Bank dijadwalkan dan angka Pendapatan Kas Tenaga Kerja menjadi fokus. Rilis ini diharapkan memberi petunjuk mengenai momentum ekonomi Jepang dan arah yen. Pelaku pasar menilai bagaimana data tersebut dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan BoJ.
Di Amerika Serikat, pasar tenaga kerja menjadi fokus utama menjelang laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat. Laporan NFP dapat memanfaatkan arah kebijakan Fed dan volatilitas di pasar valuta asing. Investor juga memantau perkembangan pasar tenaga kerja untuk menilai kelanjutan siklus pengetatan moneter.
Secara umum, artikel ini tidak memberikan sinyal trading yang jelas karena data dan kebijakan masih saling menguatkan. Para pelaku pasar diminta menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data mendatang sebelum menata posisi baru. Dengan likuiditas dan volatilitas pasar yang terus berubah, pendekatan manajemen risiko menjadi kunci.