USD/INR Menguat di Awal Pekan Dipicu Ancaman Tarif AS terhadap India dan Sentimen Risiko Global

USD/INR Menguat di Awal Pekan Dipicu Ancaman Tarif AS terhadap India dan Sentimen Risiko Global

Signal USD/INRBUY
Open90.447
TP92
SL89.5

Rupee India melemah terhadap dolar AS di awal minggu akibat ancaman tarif impor dari Presiden AS terhadap India jika negara itu tidak membantu masalah minyak Rusia. Ketegangan perdagangan antara AS dan India memicu aliran masuk dolar yang lebih besar dan arus keluar modal asing dari pasar ekuitas India. Sentimen risiko global pun memburuk, mendorong investor mencari aset safe-haven seperti dolar AS.

Menurut pernyataan resmi, Trump menyatakan kemungkinan menaikkan tarif pada India jika mereka tidak mendukung saat menyelesaikan masalah minyak Rusia. Ancaman tersebut menambah tekanan pada rupee karena India adalah salah satu negara pemasok minyak utama di dunia yang sangat bergantung pada impor. Keterkaitan ini meningkatkan volatilitas pasangan USD/INR di pasar spot.

Selain faktor geopolitik, dinamika dolar AS juga dipengaruhi oleh risiko geopolitik yang meningkat secara luas, termasuk insiden di Venezuela, serta ekspektasi data ekonomi AS yang akan datang. Indeks dolar (DXY) berada di sekitar 98,8, menunjukkan daya tarik dolar sebagai aset perlindungan. Investor menilai perubahan kebijakan moneter menjelang rilis data utama seperti PMI dan NFP.

Analisis teknis dan level kunci

Dalam kerangka harian, USD/INR diperdagangkan mendekati 90,45 dengan EMA 20-hari yang cenderung mendaki di sekitar 90,21, menandakan bias bullish yang moderat. Harga berada di atas EMA itu, sehingga ada potensi pemulihan lebih lanjut jika pembeli mempertahankan momentum. RSI 14-hari berada di 56,86, menunjukkan kekuatan momentum yang mendukung kenaikan lebih lanjut.

Resistance utama berada pada level 91,55 yang telah lama menjadi penghalang utama di sisi atas, sementara support awal terlihat pada EMA 20-hari yang naik sebagai landasan bagi pergerakan ke atas. Pergerakan di luar level ini bisa diikuti dengan retracement menuju sekitar 89,50 sebagai basing sebelumnya. Perkembangan data ekonomi AS nanti pekan ini akan menentukan arah jangka pendek pasangan ini.

Secara teknis, argumen untuk posisi long USD/INR tampak lebih kuat jika harga menjaga di atas EMA 20 dan menembus resistance terdekat. Namun, para investor juga memperhatikan potensi volatilitas di tengah rilis NFP dan keputusan kebijakan Fed yang diperkirakan stabil di kisaran 3,5–3,75%. Secara keseluruhan, analisis teknis mendukung kerangka trading dengan potensi TP pada 92,00 jika momentum berlanjut.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image