USD/JPY bertahan di sekitar 158,50, mendekati level tertinggi beberapa bulan. Pasar memperhatikan adanya risiko intervensi yang membatasi aksi beli lebih lanjut, terutama jika yen mengalami pelemahan lebih lanjut akibat ketidakpastian politik di Jepang. Pergerakan pasangan ini tetap berada dekat puncak sejak Juli 2024, menunjukkan minat terhadap dolar AS meskipun ada tekanan teknikal yang muncul.
Di sisi lain, indeks dolar (DXY) diperdagangkan di sekitar 99,41, mendekati level tertinggi sejak Desember. Data AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa The Fed dapat tetap sabar dalam pelonggaran kebijakan meskipun pasar terus memperhitungkan dua pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Dinamika ini menambah kontras antara kekuatan dolar dan dinamika Yen yang lemah.
Dalam konteks kebijakan, pernyataan pejabat Fed menambah nuansa kehati-hatian. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa pemotongan suku bunga bisa terjadi tahun ini jika data masuk mengarah pada konfirmasi. Sementara Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga kebijakan perlu tetap ketat, dengan potensi pelonggaran hanya jika bukti pelemasan inflasi cukup kuat. Di Jepang, ketidakpastian politik tetap membebani sentimen dan berpotensi membatasi ruang kebijakan moneter BoJ, terutama jika intervensi mata uang menjadi opsi yang mungkin dilakukan pemerintah.
Pergeseran kebijakan AS terus dipantau pasar. Walaupun beberapa pejabat menyiratkan kemungkinan pemangkasan tahun ini, hal tersebut sangat bergantung pada data inflasi dan pertumbuhan yang masuk. Pasar tetap berhati-hati karena data tenaga kerja dan indikator inflasi yang kuat cenderung menunda langkah pelonggaran lebih lanjut.
Di sisi Asia, Yen tetap berada di bawah tekanan karena perbedaan kebijakan antara Fed dan BoJ. Bank sentral Jepang menunjukkan kehati-hatian dalam normalisasi kebijakan, mengingat lemahnya momentum ekonomi domestik dan risiko fiskal yang dapat memojokkan kebijakan moneter. Ketidakpastian politik, termasuk rencana pembubaran parlemen dengan pemilihan mendadak, menambah risiko bagi pandangan pelaku pasar terhadap arah yen dan aliran modal secara umum.
Pasar juga menimbang sentimen global terkait politik domestik Jepang dan potensi intervensi mata uang sebagai alat untuk menenangkan volatilitas. Dengan kondisi ini, para pelaku pasar disarankan memonitor komentar pejabat BoJ dan data ekonomi AS untuk validasi arah pergerakan USDJPY, sembari menjaga manajemen risiko yang prudent di tengah ketidakpastian kebijakan.
Dari sudut pandang teknikal, saat ini belum terdapat sinyal beli atau jual yang tegas karena breakout signifikan belum terkonfirmasi. Pergerakan mendekati level 158,50 menandai area kunci yang dapat menahan laju jika kekuatan dolar berkurang, atau menjadi pintu masuk jika tekanan intervensi berkurang dan sentimen membaik.
Level sekitar 158,50 menjadi titik pantau utama karena berperan sebagai batas resistance yang penting. Jika harga menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan momentum yang kuat, potensi pergerakan ke atas bisa muncul meski masih dihadapkan pada risiko intervensi BoJ dan volatilitas kebijakan Jepang. Sebaliknya, jika yen kembali melemah dan data AS mendukung, arah berikutnya bisa mengarah ke zona tinggi tanpa jaminan keberlangsungan.
Untuk manajemen risiko, fokus utama adalah menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 dan menempatkan stop loss yang proporsional jika sinyal teknikal muncul. Pelaku pasar disarankan tetap mengkonsolidasikan analisis data AS, komentar pejabat Fed, serta dinamika kebijakan BoJ untuk mengonfirmasi arah pergerakan USDJPY dan mengatur posisi secara proaktif.