Pemilu Jepang yang memberi mandat kuat kepada pemerintah telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Kemenangan tersebut dipandang sebagai pendorong permintaan dalam negeri dan menambah dukungan bagi rencana fiskal pro-pertumbuhan. Akibatnya, Yen cenderung lebih kuat meski sentimen global masih beragam.
Di sisi kebijakan moneter, pandangan BoJ yang lebih hawkish menjadikan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga pada Maret atau April. Ekspektasi ini memberikan dukungan terbatas bagi Yen dan mengubah dinamika pergerakan USD/JPY. Investor juga memantau sinyal dari otoritas terkait kebijakan likuiditas dan langkah intervensi.
Kekhawatiran mengenai potensi intervensi mata uang tetap menjadi fokus utama. Pejabat mata uang Jepang menegaskan kesiapsiagaan terhadap volatilitas yang berlebihan dan berkoordinasi dengan otoritas AS untuk menjaga stabilitas pasar. Meski dolar AS melemah secara umum, yen mendapat dorongan dari faktor kebijakan yang saling melengkapi.
Secara teknikal, USD/JPY melemah berkelanjutan dan diperdagangkan mendekati 152.80 setelah turun sekitar 2.75% sepanjang minggu ini. Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 96.95, mendekati level terendah dua minggu, memberikan ruang bagi yen untuk bertahan lebih kuat. Pelaku pasar tetap waspada terhadap pergerakan berikutnya menjelang rilis CPI AS.
Data tenaga kerja AS terbaru menunjukkan dinamika yang campuran: klaim pengangguran awal turun menjadi 227K namun masih di atas ekspektasi 222K, sedangkan klaim berkelanjutan bertambah menjadi 1.862 juta. Nonfarm payrolls Januari meningkat 130 ribu pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 4.3%. Data ini membentuk gambaran pasar mengenai jalur kebijakan Fed setelah angka penggajian yang lebih ringan dari perkiraan sebelumnya.
Pelaku pasar menunggu rilis Consumer Price Index (CPI) AS pada Jumat, karena kejutan inflasi bisa mengubah ekspektasi jalur Federal Reserve. Jika CPI menunjukkan pelemahan lebih lanjut, peluang pelonggaran kebijakan menjadi lebih besar, namun volatilitas pasar tetap tinggi karena konteks fiskal dan kebijakan global. Berbagai faktor ini membuat arah USD/JPY tetap bergantung pada dinamika sentimen, data ekonomi, dan langkah intervensi di pasar valuta asing. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.