USD/JPY diperdagangkan mendekati 156.70 dengan kenaikan moderat pada sesi Asia hari Kamis. Pergerakan ini mencerminkan dinamika permintaan dan likuiditas yang tipis di pasar valas, di tengah penilaian atas faktor-faktor risiko global. Investor mencoba menakar arah jangka pendek sambil menimbang perbedaan antara ekspektasi kebijakan bank sentral.
Data aktivitas jasa AS yang dirilis Desember menunjukkan momentum yang cukup kuat. PMI Jasa AS naik menjadi 54,4, melampaui konsensus dan menandakan ekspansi yang berkelanjutan. Peningkatan ini memperkuat argumen bagi daya tarik greenback dalam jangka pendek.
Di tengah latar itu, perbedaan antara BoJ dan Federal Reserve berfungsi sebagai pembatas bagi penurunan lebih lanjut yen. Para pelaku pasar menilai bahwa jalur normalisasi kebijakan BoJ dapat menopang JPY meski ketidakpastian kebijakan AS tetap ada. Secara teknis, dinamika ini menciptakan keseimbangan antara tekanan harga dan peluang pergerakan.
Para pedagang memperkirakan dua pemangkasan suku bunga oleh Fed pada 2026, dengan yang pertama diperkirakan pada April dan yang kedua pada September. Ekspektasi ini bisa menekan dolar jika harga kebijakan lebih dovish, namun data ekonomi yang kuat tetap menjaga ketidakpastian. Sementara BoJ menunjukkan komitmen untuk melanjutkan normalisasi kebijakannya, hal itu mendukung pandangan yen sebagai aset yang lebih stabil dalam beberapa situasi.
Ketegangan geopolitik yang sempat meningkat cenderung mereda, sehingga permintaan terhadap aset safe-haven berkurang. Kondisi ini mengurangi tekanan terhadap mata uang AS dan secara umum mengarah pada pergerakan yang lebih seimbang. Pasar juga memantau rilis data pekerjaan AS untuk menilai dampaknya terhadap ekspektasi kebijakan The Fed.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi dan harga bergerak sesuai perkiraan. Ia juga menekankan bahwa penyesuaian dukungan moneter merupakan langkah untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Ueda menambahkan bahwa pola kenaikan upah dan harga kemungkinan berlangsung secara moderat, mendukung stabilitas yen dalam jangka menengah.
Secara teknikal, arah USD/JPY akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi utama yang akan datang, termasuk klaim tunjangan pengangguran awal dan laporan nonfarm payrolls AS. Trader menilai peluang breakout di sekitar level 156-157 sambil menimbang peluang volatilitas yang meningkat. Faktor teknikal seperti moving average dan level support-resistance juga menjadi fokus perhatian jelang data rilis.
Momentum data AS yang kuat bisa memberikan dukungan bagi dolar jika prospek kebijakan Fed tetap hawkish, sementara kinerja BoJ yang tahan terhadap tekanan inflasi bisa menopang yen. Kondisi ini menciptakan lingkungan perdagangan yang dinamis dengan risiko volatilitas yang lebih tinggi. Investor akan memperhatikan respons pasar terhadap komentar pejabat bank sentral dan laporan pekerjaan untuk mengukur arah mata uang tersebut.
Secara risiko-reward, trader perlu mengelola eksposur dengan cermat karena volatilitas bisa naik menjelang rilis berita utama. Dengan open, tp, dan sl yang tidak ditetapkan saat ini, rekomendasi tetap "no" karena sinyal belum jelas arah. Rasio risk-reward yang konsisten minimal 1:1,5 penting untuk menjaga kelangsungan posisi dalam berbagai skenario pasar.