USD/JPY Rebound Terbatas Menanti CPI Jepang dan Isyarat BoJ

USD/JPY Rebound Terbatas Menanti CPI Jepang dan Isyarat BoJ

Signal USD/JPYBUY
Open155.000
TP156.500
SL154.300
trading sekarang

Data PDB Jepang untuk kuartal keempat menunjukkan pertumbuhan sebesar 0.1% secara QoQ, meleset dari konsensus 0.4% dan hampir mencegah terperosok ke zona resesi teknis. Meski begitu, sinyal kebijakan BoJ tetap menunjukkan kemunculan ekspektasi kenaikan suku bunga. IMF juga menekankan perlunya kelanjutan proses normalisasi kebijakan moneter Jepang untuk menjaga perjalanan pemulihan ekonomi.

Di tengah dinamika inflasi, pasar menantikan rilis CPI Januari Jepang, dengan fokus pada inflasi inti (tanpa makanan segar) yang diperkirakan mendekati 2.0%. Jika angka inti tetap kuat, tekanan bagi BoJ untuk melanjutkan pengetatan kebijakan bisa menguat dan menjaga sentimen Yen tetap kukuh terhadap dolar. Namun jika data CPI melemah, ruang bagi yen untuk melanjutkan penguatan jangka pendek bisa menyempit.

Secara kebijakan, mantan anggota dewan BoJ menempatkan kemungkinan kenaikan pada bulan April sebagai skenario yang layak. IMF juga menekankan perlunya Jepang melanjutkan normalisasi kebijakan, meskipun perdebatan tentang timing dan lompatan suku bunga terus berlanjut di pasar global. Gambaran ini menambah dinamika bagi USD/JPY dalam beberapa sesi mendatang.

Secara teknikal, pergerakan USD/JPY terlihat sedang dalam fase transisi setelah reli turun tajam dari level tertinggi Januari. Grafik harian menunjukkan harga dibuka sekitar 153.00 dan melonjak sekitar 1% pada sesi sebelumnya, memperlihatkan momentum bull sementara. Indikator Stochastic bergerak naik dari zona oversold, menandakan potensi perbaikan harga jangka pendek.

Harga mencoba menembus EMA 50 hari yang berada di sekitar 155.30. Break di atas level itu akan menjadi sinyal bullish lanjutan dengan target di sekitar 156.00, daerah konsolidasi tengah Januari yang sempat menjadi fokus pasar. Namun jika gagal menembus rata-rata bergerak ini, pasangan bisa mengalami retest ke support sekitar 153.00 dan ke level terendah YTD di sekitar 152.10.

Posisi harga antara EMA 50 hari dan EMA 200 hari sekitar 152.60, menandakan fase transisi setelah lonjakan turun. Dengan volatilitas yang tetap tinggi karena kalender ekonomi, pergerakan jangka pendek USD/JPY bisa sangat responsif terhadap kejadian CPI dan komentar kebijakan BoJ untuk menilai kelanjutan tren.

Rilis CPI Jepang yang menjadi fokus hari ini memiliki potensi besar untuk menentukan arah jangka pendek bagi USD/JPY. Jika data inti lebih kuat dari ekspektasi, tekanan untuk mengakselerasi kebijakan BoJ akan menguat dan Yen bisa lagi menguat terhadap dolar. Sebaliknya, jika inflasi inti menunjukkan kelemahan, pasar mungkin memberi ruang bagi yen untuk koreksi sementara.

Kalender ekonomi global menambah kompleksitas; klaim pengangguran AS, survei Fed Philadelphia, dan pidato pejabat Fed turut membentuk arah sentimen risiko. Secara teknikal, penampilan Stochastic yang mulai menanjak menambah peluang rally jangka pendek, meskipun resistensi di 155.30–156.00 tetap menjadi batas kritis. Trader disarankan memantau reaksi harga terhadap rilis CPI dan komentar kebijakan BoJ untuk menilai kelanjutan tren.

Ringkasnya, USD/JPY berada pada fase transisi dengan potensi breakout di atas resist saat ini. Dengan target sekitar 156.00 jika breakout terjadi, risiko-imbangan antara keuntungan dan kerugian perlu dikelola dengan rencana stop-loss di sekitar 154.30 untuk menjaga rasio risiko-keuntungan setidaknya 1:1.5.

broker terbaik indonesia