USD/JPY Temukan Arah Pasar di 155: Kebijakan Jepang, IMF, dan Ketegangan Geopolitik

USD/JPY Temukan Arah Pasar di 155: Kebijakan Jepang, IMF, dan Ketegangan Geopolitik

trading sekarang

USD/JPY telah bergerak menembus level 155 didorong oleh kekuatan dolar global. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen risiko dan aliran modal ke mata uang utama. Pada saat yang sama, yen berpotensi tetap menjadi pelindung nilai jika ketegangan geopolitik meningkat.

Analisis teknikal dan fundamental saling mempengaruhi, sehingga sinyal pasar tidak bisa dipandang sebelah mata. Kenaikan di atas 155 bisa bersifat sementara jika arus dolar tetap kuat dan risiko global tetap tinggi. Namun, dinamika suku bunga serta kebijakan bank sentral bisa mengubah arah dalam beberapa minggu mendatang.

Investor perlu memantau rilis data inflasi dan pernyataan kebijakan BOJ sebagai kunci penentu. Secara historis, lonjakan USD/JPY sering dipicu perubahan ekspektasi kebijakan di Tokyo maupun Washington. Sinyal teknikal bisa mengonfirmasi arah jika konfirmasi makro tetap konsisten.

Diskusi anggaran Jepang untuk FY26 dan usulan untuk menangguhkan pajak konsumsi pada makanan menjadi fokus utama bagi arah JPY. Proses politik yang masih berlangsung menambah volatilitas pasangan mata uang ini. Pemerintah berupaya memberikan kejelasan fiskal untuk mendukung kestabilan mata uang.

IMF menyoroti kebijakan pajak dan merekomendasikan kebijakan suku bunga BOJ naik dua kali tahun ini. Rekomendasi ini menambah kompleksitas kebijakan moneter Jepang dan bisa memperkuat yen jika ekspektasi pasar menyesuaikan. Bank sentral diperkirakan akan mengevaluasi langkahnya pada rapat-rapat mendatang.

Inflasi headline Jepang yang melandai secara y/y namun inti tetap tinggi menjadi ukuran utama bagi pasar. Biaya layanan dan pembiayaan fiskal akan membentuk dinamika biaya hidup. Ketidakpastian fiskal dapat membatasi arah yen meskipun sinyal kebijakan bank sentral terkesan tegas.

Ketegangan antara negara besar di Timur Tengah menambah risiko global dan bisa meningkatkan permintaan kepada yen sebagai safe haven. Jika konflik berlanjut, yen berpotensi mendapat bid yang lebih kuat. Hal ini mempengaruhi permintaan likuiditas JPY di pasar FX.

Komentar pejabat ekonomi dan diplomat akan sangat menentukan pandangan investor terhadap prospek yen. Washington dan sekutu regionalnya kemungkinan menegaskan fokus pada stabilitas regional. Sementara itu, data inflasi Jepang dan langkah BOJ akan menjadi penentu arah jangka menengah.

Para pelaku pasar perlu menilai proyeksi suku bunga dan risiko fiskal Jepang secara menyeluruh. Meskipun dolar masih jadi faktor utama, komponen risiko geopolitik bisa menahan yen lebih lama dari perkiraan. Dalam skenario risiko seimbang, volatilitas bisa berkurang menjelang rapat kebijakan berikutnya.

broker terbaik indonesia