
Laporan terkini menunjukkan adanya kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat menenangkan kekhawatiran gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz. Ketegangan regional yang mereda membantu mengurangi volatilitas di pasar energi dunia.
Perkembangan ini berpotensi menekan risiko geopolitik yang telah menjadi sumber ketidakpastian bagi para pelaku pasar. Dengan demikian, harga minyak cenderung melemah, yang pada gilirannya dapat mendorong perubahan arah bagi mata uang safe-haven dan komoditas terkait.
Secara umum, gambaran geopolitik yang lebih damai juga berimbas pada sentimen pasar global. Hal ini terlihat dari pergeseran tekanan terhadap dolar AS dan dukungan terhadap yen Jepang sebagai mata uang yang cenderung mendapat manfaat dari risiko yang lebih terkendali.
Minutes Bank of Japan menunjukkan para pembuat kebijakan membahas kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika inflasi yang dipicu oleh harga energi tetap tinggi. Hal ini menunjukkan adanya opsi kebijakan yang lebih hawkish jika tekanan harga tetap berlanjut.
Beberapa anggota dewan menekankan bahwa tingkat harga minyak yang tinggi yang berlarut dapat memperburuk pelemahan yen, sehingga menimbulkan tekanan bagi BoJ untuk menyesuaikan kebijakan moneter. Langkah ini didorong oleh kebutuhan untuk menahan tren inflasi yang lebih luas.
Dari sisi teknikal, pergerakan USD/JPY terlihat berada di bawah tekanan jangka pendek. Harga sekitar 156.40, terjaga di bawah SMA 20 (156.93) dan SMA 100 (158.53), sementara RSI berada di sekitar 39, menunjukkan ruang untuk penurunan lebih lanjut jika para seller kembali memimpin.
Data klaim pengangguran awal AS naik menjadi 200 ribu untuk minggu yang berakhir 2 Mei, meski tetap di bawah ekspektasi pasar yang mendekati 205–206 ribu. Angka ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang relatif tahan banting meski ada tekanan ekonomi.
Klaim berkelanjutan turun menjadi 1,766 juta, menunjukkan tingkat PHK rendah dan pekerjaan masih menjadi pendorong utama ekonomi. Kondisi ini mengundang perdebatan mengenai seberapa agresif kebijakan moneter selanjutnya akan dilakukan.
Secara teknis, USD/JPY berada di sekitar 156.40 dengan dinamika resistance di 156.44, 156.54, dan 156.93; dukungan dekat terlihat di 156.17 dan 156.04. Analisis menunjukkan bias bearish jangka pendek, dengan peluang pergerakan lebih lanjut jika level support tertembus.