USD Menguat Menjelang Data CPI AS: Analisa USDJPY dan Imbas Pasar Global

USD Menguat Menjelang Data CPI AS: Analisa USDJPY dan Imbas Pasar Global

Signal USD/JPYBUY
Open153.500
TP155.500
SL152.500
trading sekarang

USD terlihat rebound moderat pada pembukaan Jumat, dengan Indeks Dolar berada di atas level 97.00 dalam beberapa jam pertama perdagangan. Pergerakan ini terjadi setelah volatilitas pekan sebelumnya, meskipun kisaran harga tetap sempit dan arah kiranya belum sepenuhnya jelas. Analisis teknikal menunjukkan USD masih memiliki ruang untuk bergerak mengikuti data pendukung dan dinamika pasar global.

Di Asia, sinyal awal menunjukkan minat beli tetap terbatas, namun USD tetap berada pada jalur positif terhadap beberapa mata uang utama. Ketidakpastian terkait langkah kebijakan dan data ekonomi yang akan datang membuat investor memilih posisi hati-hati. Secara umum, harga cenderung bertahan di sekitar level kunci 97.0 sambil menunggu konfirmasi arah dari data hari ini.

Untuk trader, pergerakan ini menyisakan peluang bagi strategi berbasis data, terutama jika CPI Januari menambah tekanan inflasi. Respon pasar terhadap rilis CPI dan data GDP Eropa akan menjadi penentu arah jangka pendek bagi USD dan pasangan utama lainnya. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memadukan analisa fundamental dengan sinyal teknikal agar keputusan lebih terukur.

NZD/USD berada di bawah tekanan bearish dan turun mendekati 0.6000, mencerminkan daya saing mata uang Selandia Baru yang melemah sambil ekspektasi inflasi dua tahun naik menjadi 2.37 persen menurut survei moneter RBNZ. Pergerakan NZD terlihat reaktif terhadap dinamika kebijakan dan data inflasi jangka menengah.

USD/JPY mulai menunjukkan penguatan menuju 153.50 pada sesi Eropa, meski BoJ menegaskan kebijakan tetap akomodatif. Pernyataan pejabat seperti Naoki Tamura menambah nuansa bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak akan segera terjadi, namun tren mata uang itu tetap didorong oleh perbedaan kebijakan dengan AS.

EUR/USD turun ke sekitar 1.1850 setelah gagal bertahan di atas 1.1900 dalam beberapa sesi. Proyeksi eurozona menunjukkan GDP tahunan Q4 sekitar 1.3 persen, memberikan sinyal pertumbuhan yang stabil meskipun momentum harga masih volatil dan dipengaruhi berita kebijakan. Investor tetap menimbang risiko geopolitik dan kebijakan moneter yang berubah-ubah.

RBNZ menonjolkan peningkatan ekspektasi inflasi jangka dua tahun, sementara BoJ menegaskan komitmen pada akomodasi kebijakan meskipun beberapa pejabat menyiratkan langkah lebih lanjut masih mungkin dibahas. Pasar juga menantikan paparan kebijakan BoE yang dijadwalkan oleh Huw Pill, sehingga volatilitas di pasar bisa meningkat.

GBP/USD berada di sekitar 1.3600 pada pembukaan sesi, dengan sentimen terpapar oleh ekspektasi kebijakan BoE dan data ekonomi Inggris. Pergerakan ini dipengaruhi oleh komentar pembuat kebijakan serta data yang menambah gambaran arah suku bunga di masa mendatang.

Logam mulia secara umum mengalami tekanan jual yang signifikan di sesi AS, dengan XAUUSD terguncang lebih dari 3 persen. Pasar menilai risiko global dan dinamika kebijakan para bank sentral utama sebagai faktor utama, sementara trader tetap fokus pada level teknikal untuk mencari peluang bounce.

InstrumenOpenTPSL
USDJPY153.50155.50152.50
broker terbaik indonesia