
Menurut analisis yang dipublikasikan oleh Nomura, kekuatan data AS terbaru memberikan duri bagi argumen bahwa dolar kehilangan daya. Mereka mencatat bahwa data pekerjaan yang solid, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dan kinerja saham AS yang kuat menyokong sentimen bullish terhadap dolar. Namun, rangkaian faktor fundamental tetap menambah keraguan tentang kelanjutan momentum jangka menengah.
Para peneliti menyoroti bahwa pola historis kejutan data AS dapat membawa risiko bagi USD dalam beberapa bulan ke depan. Posisinya saat ini dianggap masih bisa melemah jika kejutan data berubah arah atau jika penyesuaian kebijakan terjadi lebih cepat daripada ekspektasi pasar. Analisis historis ini memperingatkan bahwa ada batas atas optimisme terhadap dolar.
Selain itu, arah pasar juga dipengaruhi bagaimana pasar memandang kebijakan Federal Reserve, bagaimana pernyataan pejabat bank sentral diinterpretasikan, serta sentimen teknologi berbasis AI yang beresonansi dengan pasar saham AS. Semua faktor tersebut berpotensi menggeser dinamika dolar secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang.
Penelitian Nomura menilai US Economic Surprise Index (ESI) dan menemukan bahwa ketika indikator ini menembus level 60, kinerja dolar terhadap kelompok mata uang utama cenderung berbalik ke arah negatif dalam rentang satu minggu hingga tiga bulan. Hal ini menandakan bahwa kejutan positif lebih sering berbalik menjadi sinyal reversal dolar di masa mendatang.
Ketika ambang batas dinaikkan menjadi 70, pola hasilnya berubah menjadi lebih konsisten negatif untuk USD di semua jangka waktu yang diuji. Temuan ini menggarisbawahi bahwa pasar menilai lonjakan kejutan data AS sebagai peluang bagi mata uang lain, bukan untuk dolar secara berkelanjutan.
Yang paling relevan, peningkatan kejutan data AS baru-baru ini lebih sering beriringan dengan potensi pelemahan dolar daripada penguatan jangka pendek. Posisi panjang terhadap dolar atau posisi pendek terhadap mata uang lain mulai terlihat mendekati batas historisnya, meningkatkan risiko pembalikan arah.
Ringkasnya, dinamika terkait kejutan data AS dan pergeseran ekspektasi kebijakan memicu potensi perubahan besar dalam arah arus modal global. Investor perlu memperhitungkan bahwa peluang kenaikan dolar bisa menipis sementara risiko penurunan meningkat, terutama jika kejutan data terus menonjol ke arah negatif.
Di sisi lain, perubahan komunikasi kebijakan The Fed, pergeseran data ketenagakerjaan, serta sentimen sektor teknologi dapat menambah volatilitas. Strategi investasi yang berlandaskan analisis fundamentasikan perlu menimbang skenario berbeda dan menjaga keseimbangan risiko terhadap ketidakpastian kebijakan moneter.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari Cetro, dan menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dengan target risk-reward minimal 1:1,5; untuk sinyal trading terkait instrumen terkait, saat ini tidak ditetapkan secara tegas dan diserahkan pada evaluasi lanjutan.