USD sebagai safe haven kondisional: analisis pasar oleh TD Securities dan pandangan menuju 2026

USD sebagai safe haven kondisional: analisis pasar oleh TD Securities dan pandangan menuju 2026

trading sekarang

TD Securities menyatakan dolar berperan sebagai safe haven kondisional yang didorong oleh perlindungan relatif terhadap ekonomi AS. Dukungan ini muncul meski posisi dolar sebelumnya cenderung short dan premia risiko tetap tinggi. Dalam konteks ini, Tulisan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran mengenai dinamika pasar terkait Iran.

Para analis menekankan bahwa lonjakan dolar dalam beberapa pekan ke depan kemungkinan bersifat taktis, tidak menandai perubahan tren jangka panjang. Ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan bisa mendorong perputaran arah sesuai eskalasi dan respons kebijakan.

Analisis ini menilai bahwa dampak geopolitik Iran dan dukungan AS berpotensi menjaga dolar tetap kuat pada near term, namun tidak mengubah gambaran besar jangka menengah. Faktor seperti pertumbuhan AS yang relatif stabil dan kehendak kebijakan fiskal akan mempengaruhi arah dolar secara bertahap.

Gains dolar dipandang sebagai pergerakan taktis dan sementara karena premia risiko tetap elevated. Ketika risiko geopolitik berlanjut, volatilitas pasar bisa mendorong pembalikan arah sesuai dinamika eskalasi dan respons terhadap konflik.

Secara kebijakan moneter, prospek Fed kemungkinan menahan suku bunga sementara, sementara mitra global menghadapi tekanan pertumbuhan dan inflasi. Perbedaan suku bunga yang melebar dapat mendorong dolar tetap unggul relatif, meski efeknya bergantung pada perubahan di wilayah konflik dan dinamika fiskal negara lain.

Secara regional, China, Eropa, dan Asia Emerging Markets menjadi area yang paling terekspos. Fluktuasi kurs, arus modal, dan risiko kebijakan baru bisa memengaruhi aliran dana serta volatilitas mata uang utama, termasuk pasangan mata uang mayor.

Para analis melihat potensi penyesuaian posisi dolar dalam jangka pendek namun dengan limit eskalasi konflik. Meskipun risiko geopolitik tetap tinggi, kerangka dasar menunjukkan turunnya daya tarik USD sebagai safe haven jangka panjang dan pelambatan keunggulan pertumbuhan AS.

Dalam skenario eskalasi, AS diproyeksikan memprioritaskan dampak inflasi sambil mempertahankan kebijakan hold pada suku bunga. Negara mitra menghadapi guncangan pertumbuhan dan inflasi berbeda, sehingga perbedaan suku bunga bisa kembali menguntungkan dolar pada fase tertentu.

Secara makro, dampak utama akan terasa pada China, Eropa, dan Asia EM. Kebijakan fiskal, dinamika perdagangan, dan risiko regional akan membentuk jalur dolar ke 2026, dengan fokus pada risiko geopolitik sebagai faktor utama.

broker terbaik indonesia