USD Tertekan Menjelang Data NFP AS, USDJPY Turun Menuju Dekat 153.20

USD Tertekan Menjelang Data NFP AS, USDJPY Turun Menuju Dekat 153.20

Signal USD/JPYSELL
Open153.200
TP150.800
SL154.500
trading sekarang

Dolar AS masih kesulitan menarik permintaan di pertengahan minggu karena para pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi penting. Investor menilai hasil data tersebut akan menentukan arah mata uang utama di sesi berikutnya. Gambaran risiko dan ekspektasi pasar berpusat pada laporan pekerjaan Januari, tingkat pengangguran, serta angka inflasi upah yang akan dirilis. Kondisi ini menciptakan nuansa hati-hati di kalangan trader dan investor.

Kalender ekonomi AS menampilkan laporan tenaga kerja Januari secara lengkap, termasuk Nonfarm Payrolls, unemployment rate, dan angka inflasi upah. Data tersebut dipandang sebagai cermin dinamika pasar tenaga kerja serta tekanan harga yang bisa memengaruhi kebijakan moneter. Sinyal dari angka-angka tersebut berpotensi memicu volatilitas pada pasangan mata uang utama dan indeks dolar secara keseluruhan. Para pelaku pasar juga menantikan pidato para pejabat Federal Reserve pada paruh kedua hari itu untuk petunjuk kebijakan.

Beberapa pejabat Fed dijadwalkan memberikan pidato yang bisa mengubah ekspektasi mengenai arah kebijakan atau laju suku bunga. Pasar mengecek nada yang akan disampaikan serta komentar terkait tren inflasi dan pertumbuhan. Respons atas pernyataan tersebut dapat memperkuat skenario risk-on atau risk-off, tergantung bagaimana kebijakan akan disesuaikan di tengah data yang mungkin muncul. Dengan dinamika data rilis makin dekat, sentimen dolar bisa berubah secara cepat.

Setelah beraliran optimis di sesi pagi, dolar akhirnya membentuk tekanan bearish di sesi AS dan menunjukkan pelemahan berkelanjutan. Indeks dolar yang melemah mendongkrak sentimen terhadap mata uang pendampingnya. Pada saat ini, USDJPY melemah sekitar 0.8% dan diperdagangkan mendekati level 153.20 dalam perdagangan Asia. Korelasi antara dolar dan yen terlihat kuat dalam beberapa jam terakhir.

Secara teknikal, USD/JPY turun hampir 1% untuk hari kedua berturut-turut, menegaskan lanskap pelemahan dolar terhadap yen. EUR/JPY juga tertekan dan melemah sekitar 0.7% di kisaran 182.50. Pergerakan ini mencerminkan dominasi yen dalam dinamika mata uang utama, meskipun data dari China menunjukkan tekanan inflasi yang sedang direkonsiliasi oleh pasar global.

Di pasar regional lain, AUD/USD lebih bernapas bullish dan berada pada momentum yang berbeda, bergerak di atas 0.7100. Para pejabat RBA juga menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi fokus utama kebijakan, meski data domestik menandakan tekanan harga menurun. Secara keseluruhan, euro dan dolar Australia membentuk kontras antara risiko dan peluang di tengah lanskap global yang masih berubah-ubah.

Strategi Perdagangan dan Implikasi Pasar

Para pelaku pasar mempertimbangkan risiko dan peluang dalam konteks rilis data NFP serta pidato Fed yang akan datang. Pendekatan yang disarankan secara umum adalah strategi teknikal dengan manajemen risiko yang ketat, sambil memonitor level resistance dan support kunci. Apabila harga menembus level yang relevan, trader diharapkan menyesuaikan posisi untuk mengamankan potensi keuntungan serta membatasi kerugian.

Untuk pedagang forex, fokus utama tetap pada pasangan USDJPY sebagai indikator utama pada saat ini. Target take profit disarankan sekitar 150.80 dengan stop loss di 154.50 untuk menjaga rasio risiko-imbalan yang memadai jika sentimen dolar tetap lemah. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.85 dinilai cukup menarik jika jalur penurunan berlanjut dalam beberapa sesi ke depan.

Saat ini, perhatikan peluang pada pasangan lain seperti EURUSD dan AUDUSD untuk konfluensi tren makro. Investor disarankan menjaga eksposur dan mengikuti rilis data secara berkala agar bisa mengabsorbsi volatilitas lebih lanjut. Kesadaran terhadap risiko kebijakan moneter menjadi kunci agar strategi tetap relevan dalam dinamika pasar yang sedang bergerak cepat.

broker terbaik indonesia