USDIDR Menguat Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed dan Data Inflasi Global

USDIDR Menguat Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed dan Data Inflasi Global

Signal USD/IDRBUY
Open18000
TP18300
SL17850
trading sekarang

USD/IDR menjaga gain setelah pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Fed pada pertemuan September sekitar 63,4%. Kondisi ini mencerminkan tekanan inflasi yang masih relevan dan preferensi pasar terhadap langkah kebijakan yang lebih restriktif di masa depan.

Data inflasi AS menjadi faktor kunci. PCE Price Index melonjak menjadi 4,1% YoY pada Mei, sementara inti PCE naik ke 3,4% YoY, menyentuh level tertinggi beberapa tahun terakhir. Lonjakan tersebut sebagian dipicu kenaikan harga energi akibat konflik di wilayah Timur Tengah, sehingga panduan kebijakan Fed tetap menjadi topik utama pasar hingga akhir tahun.

Di sisi domestik, meski ada kekhawatiran terhadap tekanan harga, arus modal asing tetap mendukung pasar. Investor asing memasukkan sekitar IDR 105 triliun ke surat berharga satu tahun dan obligasi pemerintah sepanjang Juni, memberi bantalan likuiditas bagi rupiah dan menjaga dinamika pasar lokal tetap positif. Menurut Cetro Trading Insight, kondisi ini membantu menjaga stabilitas meski volatilitas global meningkat.

Selain angka utama, inflasi inti yang diukur melalui PCE juga meningkat menjadi 3,4% YoY, menjaga harapan akan kebijakan moneter yang lebih agresif di sisa tahun. Data ini menambah tekanan pada dolar AS dan mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang utama terhadap aset berisiko termasuk USDIDR.

Penguatan dolar didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan sikap hawkish, meskipun faktor geopolitik dan dinamika pasar pekerjaan juga memegang peran signifikan. Pasar valuta asing menilai sinyal-sinyal ini sebagai pendorong utama arah trading jangka pendek bagi pasangan USDIDR dan pasangan-pasangan mata uang mayor lainnya.

Secara teknikal, volatilitas bisa tetap tinggi jika rilis data inflasi domestik maupun komentar pejabat bank sentral menimbulkan reaksi pasar yang beragam. Pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan skenario alternatif dan potensi pembalikan jika indikasi inflasi menunjukkan penyempitan tekanan hawkish Fed.

Menjelang publikasi inflasi Juni Indonesia, pasar tetap waspada terhadap lonjakan biaya hidup yang dipicu El Niño, terutama pada komponen pangan. Kenaikan biaya ini berpotensi mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter serta arus modal masuk secara domestik.

Arus modal asing terlihat kuat, ditandai masuknya sekitar IDR 105 triliun ke instrumen negara sepanjang Juni. Hal ini menjadi penopang likuiditas pasar lokal meski tekanan eksternal meningkat dan volatilitas global tetap tinggi.

Untuk pembaca Cetro Trading Insight, penting mengikuti rilis inflasi domestik dan pernyataan kebijakan untuk menilai risiko jangka pendek USDIDR. Diversifikasi portofolio bisa dipertimbangkan jika volatilitas pasar meningkat dan arah pergerakan tidak pasti.

banner footer