Faktor fundamental utama yang mempengaruhi USDJPY saat ini adalah pelemahan data tenaga kerja AS. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Fed akan melonggarkan kebijakan pada masa mendatang. Pasar juga menimbang arah kebijakan moneter terkait dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS yang masih berisiko.
Kemudian, ada harapan bahwa pelonggaran kebijakan bisa datang di 2026 seiring zeitgeist fiskal global yang lebih longgar. Ketidakpastian ini mendorong pergeseran arus modal, khususnya menuju mata uang yang dianggap lebih stabil. Analisis yang disampaikan oleh Cetro Trading Insight menunjukkan adanya konsistensi antara data pekerjaan dan sinyal kebijakan global.
Selanjutnya, fokus investor juga tertuju pada bagaimana Jepang mengelola kebijakan fiskal ekspansif tanpa meningkatkan beban utang secara drastis. Kemenangan politik di Tokyo dianggap tidak menghapus risiko terkait pembiayaan program pajak, namun memberikan isyarat bahwa langkah stimulus bisa tetap berjalan. Ketahanan Yen dalam konteks ini memberi landasan bagi pergerakan pasangan mata uang ini.
Secara teknikal, USDJPY tergelincir mendekati level 155.00 setelah mencapai 157.66 pada Senin. Pergerakan ini menandai pembalikan jangka pendek karena para pelaku pasar menunggu data AS berikutnya. Para trader memperhatikan level support dekat 155.00 sebagai acuan penting dalam beberapa sesi ke depan.
Data Retail Sales AS Desember dan inflasi CPI yang akan dirilis pekan ini diharapkan memberikan sinyal jelas tentang irama kebijakan moneter The Fed. Jika data menunjukkan perlambatan permintaan konsumen dan inflasi yang moderat, tekanan pada dolar bisa berkurang dan yen bisa lebih kuat. Namun, jika data menunjukkan momentum lebih kuat, volatilitas bisa meningkat dan USDJPY bisa kembali menguat seiring perubahan ekspektasi suku bunga.
Di sisi yen, nada positif tetap terjaga meski kemenangan Takaichi meningkatkan dukungan terhadap kebijakan fiskal ekspansif. Pembiayaan pajak tanpa penerbitan utang baru menjadi sorotan pasar, dengan para pejabat menegaskan kesiapsiagaan menghadapi aksi spekulatif terhadap Yen. Secara umum, sikap kehati-hatian pemerintah Jepang menambah stabilitas bagi pasangan USDJPY meski dinamika global tetap dinamis.
Melihat dinamika data AS yang beragam, banyak pelaku pasar menilai bahwa Fed bisa menunda langkah tegas dan memberikan ruang bagi pelonggaran di masa mendatang. Ketidakpastian ini mendukung tekanan turun bagi USD terhadap Yen dalam jangka menengah. Namun, risiko volatilitas tetap tinggi karena faktor geopolitik dan inflasi tetap menjadi fokus utama.
Langkah tegas dari otoritas Jepang untuk menjaga Yen memberikan fondasi bagi investor untuk mengandalkan stabilitas nilai tukar. Komentar pejabat terkait menambah bobot pada potensi intervensi jika diperlukan meski tanda-tanda tindakan tersebut tidak selalu tercermin dalam pergerakan harga instan. Sentimen pasar tetap sensitif terhadap pernyataan kebijakan moneter kedua negara.
Pelaku pasar disarankan untuk mengikuti rilis data utama AS seperti CPI, NFP, dan Retail Sales, serta pernyataan pejabat Bank of Japan dan Menteri Keuangan. Arah USDJPY sangat bergantung pada kejelasan sinyal kebijakan moneter kedua negara. Cetro Trading Insight akan terus memantau pembaruan data dan pernyataan kebijakan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.