Di tengah laju transisi energi yang semakin cepat, VKTR Teknologi Mobilitas Tbk meluncurkan gebrakan besar dengan menjalin kemitraan lintas sektor untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini menegaskan bahwa transisi tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan melalui ekosistem yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, serta lembaga riset. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen VKTR untuk mendorong produksi lokal yang berdampak nyata bagi konsumsi energi bersih di tanah air.
VKTR bekerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana, sebuah pelaku industri pengolahan sampah menjadi energi, untuk menyediakan armada truk listrik yang akan mengantarkan pelet biomassa. Pelet biomassa ini merupakan bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil yang dibuat dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, dan residu pertanian. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kendaraan listrik bisa menjadi bagian integral dari rantai nilai energi terbarukan.
Dalam sesi VKTR Day, Bimo Kurniatmo menekankan bahwa kolaborasi tidak cukup jika hanya hadir satu pihak. Ia menegaskan bahwa integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai pasokan energi terbarukan memperlihatkan peran transportasi secara langsung dalam mempercepat transisi energi nasional. Kegiatan ini menggarisbawahi komitmen VKTR untuk beralih dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata melalui kemitraan strategis.
PPM akan memanfaatkan truk listrik VKTR untuk mendistribusikan pelet biomassa ke fasilitas pengolahan energi. Pelet biomassa ini adalah bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil yang dibuat dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, dan residu pertanian. Integrasi logistik listrik ini mempercepat rantai konversi energi dari sampah menjadi energi.
Kepada perusahaan VKTR, Bimo Kurniatmo menekankan bahwa transportasi ramah lingkungan bisa menjadi bagian inti dari solusi energi bersih. Ia menegaskan bahwa mobilitas listrik perlu menjadi bagian dari ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini menandai upaya untuk menghubungkan produksi biomassa dengan kebutuhan energi secara nyata.
Pelet biomassa kemudian akan diolah oleh PLN Energi Primer Indonesia menjadi energi, memperlihatkan sinergi lintas sektor antara korporasi, regulator, dan perusahaan energi. Proses ini menandai jalur nilai dari produksi hingga konversi energi. Keterlibatan PLN Energi Primer Indonesia menunjukkan adanya dukungan kebijakan dan kesiapan industri untuk menggerakkan proyek energi terbarukan.
VKTR Day adalah rangkaian temu temu yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga riset, dan asosiasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Tema From Local Manufacturing to National Impact memosisikan VKTR sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang siap berkontribusi secara nyata. Acara ini juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pandangan dan menyusun langkah konkret.
Anindra Ardiansyah Bakrie menekankan bahwa penguatan manufaktur lokal adalah fondasi strategis bagi percepatan adopsi EV. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar dampak positif dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan saat sesi talkshow yang membahas kebijakan, kesiapan industri, serta dampak sosial dan lingkungan.
Acara ini juga menampilkan sesi dialog antara lembaga riset, regulator, dan asosiasi industri untuk memastikan kebijakan berjalan seiring implementasi. VKTR Day diharapkan memperkuat ekosistem manufaktur lokal dan mendorong adopsi kendaraan listrik secara nyata di seluruh segmen pasar. Liputan acara, termasuk analisis terkini, akan disampaikan oleh Cetro Trading Insight agar publik memahami kemajuan sektor EV secara jelas.