VKTR menegaskan bahwa masa depan mobilitas nasional bergantung pada percepatan adopsi kendaraan listrik secara luas. Dalam konteks energi bersih, perusahaan ini meneguhkan komitmen untuk memperluas ekosistem WTE melalui solusi mobilitas terintegrasi. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari transformasi industri manufaktur nasional yang berkelanjutan. harga emas turun menambah dinamika pasar global, namun VKTR memilih fokus pada inovasi dan kepatuhan terhadap standar lokal.
Di mata analis ekonomi yang bekerja dengan Cetro Trading Insight, upaya VKTR tidak sekadar menambah varian produk, tetapi memperlihatkan kemampuan menghubungkan produksi dalam negeri dengan permintaan pasar domestik. Peran VKTR dalam memperkuat TKDN terintegrasi menjadi pilar untuk kemandirian rantai pasok kendaraan listrik. Array kebijakan domestik dan standar industri menjadi fondasi bagi kemampanan ekspansi.
Sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai, VKTR menegaskan posisi terdepan dalam transformasi mobilitas nasional. Ardiansyah Bakrie menyatakan target untuk Championing local EV industry dan menjadikan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan. harga emas turun berulang kali diiringi tantangan global, namun tekad VKTR tetap fokus pada aset manusia, fasilitas produksi, dan kemitraan global sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Sepanjang 2025, VKTR mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5 persen (YoY) menjadi Rp1.089 triliun, didorong peningkatan realisasi pengiriman kendaraan listrik. Laba kotor naik sekitar 10,4 persen YoY menjadi Rp197 miliar, berkat perbaikan pricing pada segmen kendaraan listrik yang memperkuat margin. Secara keseluruhan, posisi keuangan menunjukkan poros yang lebih kokoh meski liabilitas meningkat sejalan dengan pinjaman modal kerja untuk mendukung ekspansi.
Kode CKD dan ekspansi portofolio bus serta truk listrik menjadi contoh nyata bagaimana VKTR memanfaatkan kapasitas produksi dalam negeri untuk mempercepat adopsi EV. Peningkatan TKDN di atas 40 persen menjadi salah satu pilar kebijakan yang memfasilitasi kemitraan dengan principal merk dunia serta keandalan anak usaha dalam industri manufaktur nasional. Array alokasi aset dan investasi modal kerja mendorong peningkatan kapasitas produksi dan pengiriman ke pelanggan utama seperti Transjakarta.
Di sisi operasional, momentum positif 2025 diikuti dengan peningkatan aset tetap dan uang muka proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan. Sementara itu, liabilitas tumbuh 22,2 persen YoY menjadi Rp553 miliar, menunjukkan strategi pendanaan yang agresif namun terukur.
VKTR menegaskan komitmen pada transformasi mobilitas nasional melalui kebijakan TKDN yang kuat, dukungan produksi komponen dalam negeri, dan peningkatan kapasitas manufaktur. Dalam 2025, pencapaian TKDN di atas 40 persen dipandang sebagai fondasi untuk memperluas pasar bus listrik dan kendaraan komersial. VKTR juga menegaskan posisi sebagai market leader melalui kemitraan dengan principal merk dunia dan jaringan anak usaha dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri manufaktur nasional.
Di masa depan, perusahaan menargetkan ekspansi sebagai Championing local EV industry dengan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan target pertumbuhan berkelanjutan dan transisi energi, meski harga emas turun memberikan gambaran volatilitas ekonomi yang perlu diantisipasi. Array kerja sama dengan pemerintah daerah, operator publik, dan mitra global diharapkan mempercepat adopsi EV di berbagai sektor.
CEO Ardiansyah menegaskan komitmen VKTR untuk memimpin pasar melalui inovasi, kualitas produk, dan kemampuan produksi nasional. Pertumbuhan yang tercatat bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik sedang berlangsung di Indonesia. harga emas turun sering menjadi indikator volatilitas makro yang perlu dikelola dengan bijaksana, sementara Array strategi dan ekosistem lokal terus diperluas untuk menjaga momentum hingga waktu-waktu mendatang.