Wall Street Merosot di Akhir Pekan: AI, PPI, dan Ketidakpastian Suku Bunga Tekan Pasar AS

Wall Street Merosot di Akhir Pekan: AI, PPI, dan Ketidakpastian Suku Bunga Tekan Pasar AS

trading sekarang

Wall Street berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat, menunjukkan bagaimana kekhawatiran investor terhadap dinamika sentimen global membentuk arah pasar. Perhatian utama tertuju pada biaya operasional dan tantangan terkait kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi mengubah biaya produksi serta dampak pada margin perusahaan. Di balik angka-angka tersebut, para analis menyoroti hubungan antara tekanan geopolitik dan tarif perdagangan yang turut meningkatkan volatilitas harga saham.

Penurunan bulanan terbesar dalam setahun tercermin dari penutupan pekan ini, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menunjukkan penurunan signifikan. Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan November 2025, menunjukkan mood risk-off yang meluas. Sementara itu, para investor juga memperhatikan dinamika inflasi dan prospek kebijakan moneter yang bisa mengubah arah pasar dalam beberapa sesi ke depan.

Volume perdagangan mencapai 20,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari terakhir sebesar 20,19 miliar. Kondisi likuiditas tetap cukup tinggi meskipun arah pasar negatif. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa faktor AI dan kebijakan perdagangan menjadi pendorong utama gerak pasar dalam minggu-minggu mendatang.

Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin, atau 1,05 persen, ke level 48.977,92. S&P 500 melemah 29,98 poin (0,43 persen) menjadi 6.878,88, dan Nasdaq Composite turun 210,17 poin (0,92 persen) menjadi 22.668,21. Penurunan luas ini mencerminkan tekanan di kedua sektor keuangan dan teknologi, meski beberapa saham tertentu masih menunjukkan volatilitas yang signifikan.

Kekhawatiran terhadap biaya operasional AI dan tantangan monetisasi teknologi menekan saham chip dan perangkat lunak. Investor juga menimbang dampak tarif perdagangan dan tensi geopolitik global yang memperumit pembahasan mengenai prospek pertumbuhan laba. Di tengah nuansa negatif, beberapa investor menilai bahwa momentum teknis bisa berubah jika data ekonomi berikutnya memberi petunjuk berbeda.

Momen ini juga ditandai dengan perubahan dalam volume dan dinamika saham tertentu; misalnya Nvidia anjlok meskipun laba kuartal II-2026 dinyatakan solid. Zscaler turun 12,2 persen setelah laporan kerugian bersih kuartal II-2026 yang lebih besar. Volatilitas di pasar teknologi menunjukkan bagaimana ekspektasi pertumbuhan AI memicu reaksi beragam di kalangan investor.

Data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi memperburuk suasana pasar. Analisis menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan besar belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini menambah tekanan pada valuasi dan biaya modal bagi perusahaan, terutama yang beroperasi di sektor berisiko.

Ruang pasar mengenai arah kebijakan moneter menguat: sekitar 94,1 persen peluang The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen pada rapat Maret 2026. Keputusan tersebut juga diyakini akan mempengaruhi likuiditas dan aliran investasi ke aset berisiko. Kebijakan ini bisa memperlambat dinamika investasi korporasi dan pembangunan proyek-proyek besar.

Di sisi keuangan, tekanan pada bank besar seperti Wells Fargo, Jefferies, dan Barclays tercermin dari penurunan harga saham. Sementara di sisi teknologi, dinamika Nvidia dan Zscaler mencerminkan kombinasi antara optimisme laba dan kekhawatiran terhadap biaya serta monetisasi AI. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara risiko pasar dan peluang di era kebijakan moneter yang terlihat ketat.

broker terbaik indonesia