Emas Bertahan di atas Level 5.200 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Inflasi AS

Emas Bertahan di atas Level 5.200 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Inflasi AS

trading sekarang

Ketegangan geopolitik meningkat di wilayah Timur Tengah dan ketegangan antara AS dan Iran berlanjut meskipun pembicaraan berakhir tanpa kemajuan. Investor cenderung mencari aset aman, yang mendorong harga emas lebih tinggi. Kondisi ini memperkuat tren kenaikan multi-bulan dan menambah tekanan pada volatilitas pasar keuangan global.

Laporan inflasi AS menunjukkan produsen harga PPI dan ukuran inti kembali memunculkan tekanan harga dan menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Hal ini meneguhkan peran emas sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter pada waktu dekat. Para pelaku pasar menilai bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan akan terkontraksi ke depan, meski beberapa bank sentral mempertahankan arah pelonggaran secara bertahap.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS dan dinamika konflik di kawasan secara konsisten meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven. Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan menyiratkan ketidakpastian besar pada arah kebijakan luar negeri dan perdagangan, sehingga dukungan terhadap logam mulia tetap kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Harga emas melewati level 5.200 US$/oz dan berpotensi melanjutkan eskalasi menuju 5.300 US$/oz. Perkembangan teknikal menunjukkan RSI berada pada zona bullish, menambah peluang pergerakan positif dalam jangka pendek. Segmentasi grafik menandakan momentum pembeli yang masih kokoh meski tekanan harga berubah-ubah.

Target kenaikan berikutnya di sekitar 5.300 US$/oz didukung oleh pola pembentukan harga yang energik, dengan support terdekat berada di 5.093 dan 5.019. Jika tekanan berlanjut, level 5.000 menjadi batas bawah pada skenario bearish jangka pendek. Pelaku pasar juga memantau dinamika data inflasi dan komentar kebijakan untuk konfirmasi arah.

Risiko utama pada outlook jangka pendek adalah perubahan besar pada data inflasi AS atau perubahan kebijakan bank sentral yang bisa mengubah sentimen risiko secara mendasar. Oleh karena itu, para investor disarankan memantau diskusi kebijakan dan berita geopolitik untuk menilai potensi pergerakan selanjutnya.

broker terbaik indonesia