WBSA Tetapkan Harga Final IPO Rp168 Per Saham, Emiten Pertama BEI 2026

WBSA Tetapkan Harga Final IPO Rp168 Per Saham, Emiten Pertama BEI 2026

trading sekarang

Di tengah dinamika pasar modal Indonesia, WBSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengumumkan harga penawaran perdana saham (IPO) final sebesar Rp168 per saham. Angka ini menempatkan WBSA sebagai emiten pertama yang melantai melalui IPO pada tahun 2026 di BEI. Liputan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran jelas kepada investor awam.

WBSA beroperasi sebagai pemain logistik terintegrasi dengan layanan freight forwarding darat, laut, dan udara. Perusahaan juga memiliki fasilitas pergudangan, termasuk Inland Logistics Terminal (ILT), yang mendukung efisiensi rantai pasok bagi pelanggan korporat.

Penentuan harga final didasarkan pada hasil book building yang berlangsung 25-27 Maret 2026, serta evaluasi kinerja keuangan, dinamika pasar, dan penilaian valuasi WBSA. Manajemen menegaskan bahwa harga penawaran berada dalam kurva yang wajar sesuai dengan kondisi pasar.

WBSA akan menerbitkan 1,8 juta saham baru, setara sekitar 20,75% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Dengan struktur ini, perusahaan berharap mendapatkan suntikan dana segar untuk ekspansi infrastruktur logistik dan peningkatan kapasitas operasional.

Harga IPO Rp168 membuat dana segar yang diraih sekitar Rp304 miliar sebelum biaya emisi.

Penjatahan aksi itu dibagi antara para penjamin emisi: MG menerima 72,07%, TP 27,83%, dan IU 0,10%. Distribusi ini mencerminkan skema alokasi yang disusun untuk memastikan penawaran berjalan tertib.

Penawaran umum WBSA dijadwalkan berlangsung pada 2-8 April 2026, dengan pencatatan di BEI yang direncanakan pada 10 April 2026.

OCBC Sekuritas (TP) dan Semesta Indovest Sekuritas (MG) ditetapkan sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sedangkan Indo Capital Sekuritas (IU) berperan sebagai penjamin emisi efek. Struktur underwriting ini dirancang untuk menjaga likuiditas saham dan kelancaran proses listing.

WBSA menjadi emiten pertama yang melakukan IPO pada 2026, memberikan sinyal positif bagi sektor logistik nasional dan potensi peningkatan aktivitas ekspor-impor melalui jaringan transportasinya.

broker terbaik indonesia