Harga WTI menguat dan bertahan di atas dua EMA penting pada chart harian, yaitu EMA 50 di sekitar 60.85 dolar dan EMA 200 di sekitar 62.39 dolar. Kondisi ini menandakan perubahan struktur tren yang lebih bullish sejak kisaran rendah Januari. Investor menafsirkan posisi ini sebagai sinyal momentum pembalikan yang mendukung peluang pembelian.
Rally pekan ini membentuk pola higher highs dan higher lows sejak basis Januari, menunjukkan kelanjutan tren naik. Pergerakan menuju zona resistance di sekitar 66.25 dolar menandai target teknikal yang relevan bagi pelaku pasar. Jika harga tutup harian di atas level tersebut, proyeksi langkah berikutnya menuju kisaran 68.00 hingga 69.00 dolar menjadi lebih realistis.
Para trader memantau level 66.25 sebagai zona resistance utama yang menguji kekuatan pembeli. Jika bullish mampu menembusnya dengan penutupan harian, langkah berikutnya diperkirakan menuju 68.00–69.00 dolar. Namun, jika pasar gagal menembus 66.25, potensi koreksi menuju EMA 200 di sekitar 62.39 dolar tetap terbuka.
Pada sisi fundamental, nyala sentimen didorong kekhawatiran bahwa negosiasi nuklir AS–Iran bisa gagal, berpotensi memicu tindakan militer yang mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik ini memberikan premi risiko pada harga energi dan menjaga volatilitas tetap tinggi. Di sisi lain, permintaan jangka pendek dipandang tetap solid karena data tenaga kerja Amerika menunjukkan stabilitas.
Tambahan lagi, laporan Bloomberg mengungkap bahwa Presiden AS sedang mempertimbangkan langkah keluar dari perjanjian USMCA menjelang tinjauan wajib pada Juli, sebuah perubahan kebijakan yang bisa memengaruhi aliran minyak Kanada dan narasi perdagangan energi regional. Pergerakan seperti itu bisa menambah biaya perdagangan dan menahan tekanan pada harga minyak secara global. Sementara itu, data NFP Januari tercatat 130 ribu pekerjaan, lebih tinggi dari ekspektasi, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4.3 persen, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap mendukung permintaan energi.
Di sisi pasokan, inventory EIA menunjukkan kenaikan sebesar 8.53 juta barel dalam seminggu, melampaui perkiraan draw minus 0.2 juta barel. Stochastic Oscillator (14,5,5) berada di wilayah netral hingga mendekati overbought, yang mengindikasikan potensi kelanjutan kenaikan namun juga risiko konsolidasi. Secara keseluruhan, kombinasi faktor inventori tinggi dan dinamika geopolitik dapat mendorong WTI lebih tinggi jika level 66.25 berhasil ditembus.