AI Mengguncang Bursa Asia: Tekanan pada Sektor Teknologi Mendorong Investor Beralih ke Saham Siklikal

AI Mengguncang Bursa Asia: Tekanan pada Sektor Teknologi Mendorong Investor Beralih ke Saham Siklikal

trading sekarang

Kamis lalu bursa saham Asia terkoreksi luas akibat kekhawatiran terkait kecerdasan buatan AI yang diperkirakan mengubah cara perusahaan beroperasi dan memengaruhi lapangan kerja. Pelaku pasar menilai bahwa kemajuan AI bisa menekan margin pada sektor teknologi dan menambah ketidakpastian ekonomi. Beban sentimen negatif ini tercermin pada penurunan indeks regional dan ritme perdagangan yang lebih volatil.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun sekitar 1 persen, menunjukkan dampak luas terhadap likuiditas regional. Kospi Korea Selatan anjlok 1,7 persen dan Taiwan turun 0,7 persen, sementara Nikkei Jepang relatif datar meski dinamika dolar-AS tetap ketat. Pergerakan ini mencerminkan penyesuaian portofolio jelang dinamika data finansial global dan ekspektasi kebijakan moneter.

Dalam analisis eksklusif untuk pembaca Cetro Trading Insight, para investor mulai mengalihkan fokus dari raksasa teknologi menuju saham siklikal yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi. Mereka menilai bahwa potensi gangguan AI bisa menciptakan gelombang perubahan permintaan hingga mempengaruhi penawaran tenaga kerja di sektor teknologi. Ketidakpastian ini menambah tekanan pada aset berisiko sambil tetap menjaga peluang diversifikasi portofolio.

Alphabet, induk Google, melaporkan hasil keuangan yang solid setelah penutupan pasar, didukung oleh pertumbuhan pendapatan iklan meski belanja modal tinggi. Pihak manajemen membimbing capex sekitar USD 175 miliar hingga USD 185 miliar pada tahun berjalan, angka yang jauh di atas ekspektasi analis. Langkah investasi besar ini menandakan arah strategis perusahaan meskipun volatilitas pasar tetap tinggi.

Saham Alphabet sempat berfluktuasi tajam, turun lebih dari 6 persen pada intraday sebelum akhirnya ditutup turun 0,4 persen setelah jam perdagangan. Fluktuasi tersebut mencerminkan dinamika investor terhadap ekspektasi belanja modal dan prospek pertumbuhan jangka panjang Alphabet.

Sedangkan perhatian pasar juga tertuju pada kinerja AMD yang mengecewakan; saham produsen chip itu anjlok sekitar 17 persen dalam semalam, memperburuk sentimen terhadap sektor teknologi. Kekhawatiran mengenai kemampuan raksasa chip untuk memenuhi permintaan di tengah transisi teknologi menambah volatilitas pasar. Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa ketidakpastian permintaan semikonduktor bisa membentuk pola pergerakan di indeks terkait teknologi.

Pandangan Investor: Dari Teknologi ke Sektor Siklikal

Investor mulai beralih dari saham teknologi ke sektor siklikal di tengah kekhawatiran bahwa AI bisa mengubah dinamika lapangan kerja dan menggerus permintaan jangka pendek untuk produk teknologi. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi portofolio terhadap risiko dan peluang yang lebih seimbang dalam siklus ekonomi global.

Aksi jual terbaru dipicu oleh munculnya alat hukum baru bagi model bahasa Claude milik Anthropic, yang menambah tekanan pada valuasi perusahaan teknologi dan memperburuk volatilitas pasar. Nilai pasar global telah berkurang sekitar USD 830 miliar sejak 28 Januari karena respons investor.

Di tengah kilau data mendatang, fokus investor juga tertuju pada rilis laporan Amazon serta pertemuan kebijakan Bank of England dan Bank Sentral Eropa yang diperkirakan menahan suku bunga. Kondisi ini memberi gambaran bahwa dinamika pasokan ekonomi global tetap berisiko untuk pergerakan indeks regional. Cetro Trading Insight menyarankan pemantauan data inflasi dan indikator pertumbuhan untuk menilai arah jangka menengah.

broker terbaik indonesia