IHSG membuka perdagangan dengan gebrakan yang lir, memikat investor meski kenaikannya tidak besar. Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu berada di level 8.154 saat pembukaan, menandai awal sesi yang penuh antisipasi. Reaksi pasar menunjukkan optimisme terkondisikan oleh berita positif tanpa lonjakan berlebihan.
Seiring berjalannya waktu, IHSG berhasil menguat hingga 8.200 pada pukul 09.13 WIB, dengan level tertinggi 8.204,56. Angka tersebut menggambarkan adanya dorongan beli yang lebih kuat di beberapa saham unggulan. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih terarah meski volatilitas tetap terbatas.
Nilai transaksi tercatat Rp2,62 triliun dengan volume perdagangan 4,55 miliar saham, mencerminkan likuiditas yang cukup terjaga. Sebanyak 383 saham menguat, 189 melemah, dan 384 stagnan, menunjukkan distribusi pergerakan yang relatif seimbang. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar. Analisis awal menunjukkan dorongan positif dari beberapa sektor utama yang menopang indeks.
Mayoritas sektor bergerak positif pada hari ini, menandakan sentimen pasar yang relatif stabil. Energi memimpin kenaikan dengan sekitar 0,75 persen, diikuti sektor primer naik 0,61 persen. Keuangan juga menguat sekitar 0,56 persen, sementara transportasi dan properti mendekati zona hijau dengan gains sekitar 0,5 persen.
Saat ini, tekanan terlihat pada sektor teknologi yang turun 0,41 persen, disusul perindustrian turun 0,24 persen, dan kesehatan melemah tipis 0,16 persen. Pergerakan ini mencerminkan pergeseran risiko di kalangan pelaku pasar. Namun, rotasi modal tetap menjaga arah indeks secara keseluruhan.
Di jajaran top gainers, Kokoh Exa Nusantara Tbk KOCI melonjak 33,77 persen, Hotel Fitra Internasional Tbk FITT naik 21,50 persen, dan Indo Premier Investment Management bertumbuh 20,65 persen. Di sisi lain, saham seperti PIPA turun 14,92 persen, XPLQ 14,35 persen, dan FILM 13,91 persen, mencerminkan tekanan pada sebagian portofolio. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran dinamika antar saham di tengah sentimen pasar yang beragam.