Harga minyak WTI melemah tipis sekitar $66.3 per barel menjelang pembukaan pasar AS, sejalan dengan penguatan dolar AS. Para trader menimbang pandangan pasar tentang arahan kebijakan energi sekaligus menilai risiko geopolitik yang membayangi pasokan global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi fokus utama, meski pasar menahan diri dari pergerakan besar saat ini.
Di luar itu, indeks dolar AS atau DXY menunjukkan penguatan tipis sekitar 0.15 persen, berada di sekitar 97.85. Pergerakan dolar yang lebih kuat cenderung menekan komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak mentah, meskipun adanya faktor-faktor lain yang mencoba menopang sentimen pasar.
Investors menunggu putaran kedua pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis. Hasil pembicaraan ini bisa menjadi penentu arah jangka pendek minyak mentah, terutama jika tekanan geopolitik meningkat atau meredup.
WTI berada sekitar $66.30, dengan bias jangka pendek tetap mildly bullish karena harga memantau breakout pola Bullish Flag yang membatasi pergerakan antara sekitar $61.30 dan $64.90. Kemenangan teknikal atas pola ini meningkatkan kepercayaan pasar bahwa tren naik bisa berlanjut.
Harga tetap berada di atas moving average eksponensial 20 hari di kisaran $64.00, dan indikator 14-hari RSI telah menunjukkan peningkatan yang mengindikasikan kekuatan pembeli meski tidak dalam momentum yang eksplosif. Hal ini menandakan dukungan momentum yang stabil bagi pandangan bullish jangka menengah.
Di sisi atas, resistance terdekat berada sekitar $68.00. Jika harga menembus level tersebut secara tegas, peluang menuju zona low $70-an akan meningkat. Sementara itu, support utama terlihat di sekitar $64.90 dan $64.00, menyiratkan kerangka teknikal yang mampu menahan koreksi lebih dalam.
Dengan dukungan pola teknikal yang masih terjaga, prospek WTI untuk melanjutkan kenaikan menuju kisaran $70-an tetap relevan, meskipun pasar tetap menimbang risiko geopolitik yang bisa memicu volatilitas. Investor perlu memantau komentar dari para pemimpin negara terkait negosiasi Iran dan potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormuz.
Sumber sinyal utama saat ini adalah skenario breakout bullish flag; jika harga dapat mempertahankan di atas $64.90, peluang breakout tingkat lebih tinggi semakin kuat. Dalam skema risiko-reward, entri sekitar $66.30 dengan target $70.50 dan stop di $64.50 memberikan rasio sekitar 1:1.5 hingga lebih, sesuai kriteria trading yang diinginkan.
Namun, berita tentang kemungkinan eskalasi konflik dapat menambah volatilitas pasar minyak. Oleh karena itu, pemantauan terus menerus terhadap dinamika pasar dan pembaruan geopolitik menjadi kunci untuk mengelola eksposur risiko pada posisi long minyak mentah ini.