Minyak mentah WTI berada pada posisi defensif pada hari Kamis karena gejolak geopolitik yang sebelumnya memicu kekhawatiran suplai berangsur mereda. Data terbaru dari International Energy Agency (IEA) memperbarui turun proyeksi permintaan global minyak karena pertumbuhan permintaan di Asia yang lebih lemah dari ekspektasi dan kelebihan pasokan yang masih tinggi meskipun beberapa kekhawatiran sebelumnya mereda. Sentimen pasar terdorong oleh kombinasi faktor-faktor ini, sehingga harga cenderung bergerak sideways di kisaran rendah.
Para analis menyoroti bahwa dinamika pasokan berpotensi menekan harga lebih lanjut jika ketegangan geopolitik tidak memburuk kembali. Ada tanda-tanda bahwa upaya de-eskalasi di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran sedang dibahas, meskipun dampak nyata terhadap permintaan masih belum jelas. Dalam konteks ini, produsen minyak besar menimbang risiko permintaan dunia yang melambat saat China sendiri menghadapi tantangan pertumbuhan.
Dalam catatan yang dirilis oleh Cetro Trading Insight, WTI telah turun lebih dari 3,5% dari pembukaan hari ini, dan pergerakan harga mendekati level $62,00 per barel. Pergerakan ini juga membuat harga berada mendekati level penting seperti EMA 200-hari, yang sering dijadikan acuan teknikal untuk menilai arah tren jangka menengah.
Secara teknikal, momentum harga menunjukkan ketegangan jual yang kuat. WTI turun ke bawah level $63,00 dan kini mendekati angka psikologis sekitar $62,00, dengan EMA 200-hari berperan sebagai acuan penting untuk menentukan dukungan dan potensi pembalikan jangka menengah. Rilis data dan reaksi pasar membuat momentum harga cenderung terkonsolidasi di sekitar area teknis ini.
Jika harga berhasil melanjutkan tekanan turun melampaui dukungan sekitar $62,00, skenario bearish bisa berlanjut menuju kisaran $60,00–$60,50 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika ada rebound teknikal, level resistance utama berada di kisaran $64,00–$65,00, di mana ketertarikan jual kembali bisa muncul. Kedua jalur ini menggambarkan bagaimana dinamika fundamental dan teknikal saling mempengaruhi pergerakan harga.
Dari sisi trading, sinyal yang dihasilkan adalah jual berdasarkan kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang terekspos dalam artikel ini. Rencana trading yang diusulkan adalah membuka posisi jual dengan harga pembukaan sekitar $62,90, menetapkan target keuntungan di sekitar $60,90, dan stop loss di sekitar $63,80 untuk menjaga risiko relatif yang layak. Proporsi Reward-to-Risk sekitar lebih dari 2:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5 untuk eksposur perdagangan minyak berjangka.