Pada kesempatan temu dengan Komite Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa upaya bank sentral untuk menekan inflasi telah menunjukkan hasil yang nyata. Ia menegaskan inflasi diperkirakan akan kembali ke target 2% dalam jangka menengah melalui jalur kebijakan yang berfokus pada data. Pernyataan ini menekankan pentingnya respons yang gesit terhadap perubahan pandangan ekonomi.
Lagarde juga menyatakan inflasi makanan cenderung mereda, dengan dinamika harga pangan stabil di sekitar level yang sedikit di atas 2% menjelang akhir 2026. Proyeksi tersebut menambah gambaran bahwa tekanan harga di eurozona bisa perlahan menurun seiring waktu. Penilaian ini menegaskan fokus ECB pada stabilitas harga daripada perubahan besar pada kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.
Komentar tersebut memperkuat narasi mengenai kemungkinan jeda kebijakan yang berkepanjangan, sehingga dukungan bias bagi euro bisa terbatas dalam waktu dekat. Karena kebijakan tetap bergantung pada data, para pelaku pasar mengantisipasi volatilitas yang lebih rendah dalam beberapa rilis utama. Konsistensi dalam pendekatan data-driven menjadi kunci dalam mengurangi ketidakpastian bagi investor. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Survei-survei bisnis di eurozona menunjukan gambaran yang lebih beragam tentang momentum ekonomi. Economic Sentiment Indicator turun menjadi 98.3 pada Februari, turun dari 99.3 pada Januari, dan meleset dari ekspektasi pasar. Kondisi ini menggarisbawahi ketidakpastian yang melekat pada pertumbuhan kawasan.
Di sisi lain, Consumer Confidence dicatat -12.2, sedikit membaik dibanding bulan sebelumnya namun tetap berada pada area negatif. Perbaikan kecil tersebut menunjukkan bahwa konsumen masih berhati-hati saat ini. Angka-angka ini menambah tantangan bagi pembuat kebijakan dalam menilai arah perekonomian.
Para trader kini menantikan rilis CPI final Jerman yang segera dirilis untuk menilai momentum harga di negara anggota terbesar kawasan. Data tersebut dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan serta perkiraan jangka pendek bagi euro.
Dolar AS bergerak menguat kembali ketika pasar menimbang ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS yang sedang berlangsung. Arah sentimen ini menambah tekanan pada aset berisiko sambil menjaga volatilitas pasar valuta asing tetap tinggi.
Indeks DXY naik ke sekitar 97.70 setelah mendapat dukungan dari fokus investor pada arah kebijakan moneter AS. Pergerakan tersebut menandai pergeseran yang relatif singkat namun signifikan bagi pasangan utama, termasuk EURUSD. Ketahanan dolar tercermin pada komentar-komentar pasar mengenai kebijakan masa depan.
Secara umum, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan mendatang, mendukung stabilitas dolar dalam periode dekat. Selain itu, data klaim pekerjaan mingguan yang dijadwalkan rilis bisa memberikan wawasan tambahan mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.