Harga emas berada dalam tren penguatan yang berlanjut karena gesekan geopolitik antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland serta kekhawatiran atas kebijakan Federal Reserve. Kondisi ini meningkatkan permintaan aset aman seperti emas karena ketidakpastian di pasar global.
Pembelian oleh bank sentral dan koreksi dolar AS turut memberi dukungan pada harga emas, memicu sentimen bullish yang menekan volatilitas relatif. Selain faktor kebijakan moneter, dinamika global menambah dorongan bagi investor untuk menempuh posisi lindung nilai di logam mulia ini.
Meski begitu, volatilitas tetap tinggi dan risiko eksternal dapat memicu koreksi pendek. Namun arus masuk dana safe-haven dan keinginan pelaku pasar untuk mengunci keuntungan membuat momentum saat ini tetap kuat.
Area perdagangan yang relevan berada di kisaran 4937.63 hingga 4993.15, menjadi zona masukan bagi trader yang ingin mengikuti sinyal buy ini. Pemilihan level masuk di bagian bawah area dapat meningkatkan peluang eksekusi yang lebih bersih.
Rangkaian target profit yang telah ditetapkan mencakup TP1 di 5057.76, TP2 di 5162.75, dan TP3 di 5267.74. Stop loss ditempatkan di 4864.94 untuk membatasi risiko terhadap perubahan arah pasar.
Dengan open sekitar 4937.63, rasio risiko-imbalan diperkirakan berada di atas 1:1.5 jika posisi dikelola sesuai rencana. Trader disarankan mengawasi perkembangan berita ekonomi yang bisa memicu volatilitas tambahan.