AI sebagai Deflasi Potensial: Warsh dan Pemotongan Suku Bunga Fed

AI sebagai Deflasi Potensial: Warsh dan Pemotongan Suku Bunga Fed

trading sekarang

Cetro Trading Insight membahas pandangan beberapa ekonom senior mengenai rencana Kevin Warsh untuk membenarkan pemotongan bunga yang besar dengan menekankan AI sebagai kekuatan deflasi baru. Para ekonom berargumen bahwa meskipun AI bisa meningkatkan produktivitas, bukti nyata dampaknya terhadap harga konsumen masih belum jelas. Mereka juga menekankan bahwa konteks makro saat ini tidak sejalan dengan pola disinflasi seperti era 1990-an, sehingga pelonggaran kebijakan yang agresif bisa membuat kebijakan moneter terlalu longgar dan meningkatkan risiko inflasi di masa depan.

Para analis menilai bahwa dampak produktivitas AI belum terukur secara pasti, dan gambaran disinflasi saat ini tidak sekuat dua dekade lalu. Jika kebijakan memotong suku bunga secara agresif, jalur kebijakan bisa terlalu ekspansif dan berpotensi mendorong pertumbuhan jangka pendek sambil meningkatkan tekanan inflasi menjelang masa depan.

Rasional Warsh menunjukkan harapan bahwa AI dapat mempercepat pertumbuhan sambil menekan inflasi, mirip bagaimana kemajuan IT dulu mengubah dinamika ekonomi. Ia menekankan bahwa AI akan menjadi kekuatan deflasi yang signifikan yang meningkatkan produktivitas dan daya saing AS. Banyak pengamat menilai klaim ini sebagai upaya untuk membenarkan pemotongan besar meskipun data inflasi dan pekerjaan menunjukkan keseimbangan yang berbeda saat ini.

Di sisi lain, beberapa tokoh menilai bahwa suku bunga bisa turun lebih cepat karena inflasi yang berjalan sekitar 3 persen dan tingkat pengangguran yang relatif rendah. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi pembuat kebijakan tentang arah kebijakan keuangan jangka menengah tanpa mengorbankan stabilitas harga.

Warsh diproyeksikan akan menekankan AI sebagai faktor utama dalam argumennya untuk pelonggaran, sebagaimana ia tulis dalam opini di Wall Street Journal pada November lalu. Ia menekankan potensi AI untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga daya saing AS, meskipun konteks ekonomi berbeda dari kemajuan teknologi sebelumnya.

Menurut pandangan sejumlah analis, jika Warsh terlalu mengandalkan AI untuk mengatasi masalah inflasi, kebijakan bisa terlalu longgar. Ada proyeksi pemotongan sekitar 100 basis poin yang bisa terjadi hingga musim semi 2027, namun efek kebijakan yang terlalu agresif bisa meningkatkan risiko inflasi di kemudian hari.

broker terbaik indonesia